Aniaya Kepala Bidang di Kantornya, Sekdin Sat Pol-PP Pemda Buteng Ditahan Polisi

0
Kapolsek Lakudo, AKP Halim Kaonga.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH — Sekretaris dinas (Sekdin) Satuan Polisi Pamong Praja Buton Tengah (Satpol-PP) kabupaten Buton tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), Masudin SPd, ditahan pihak kepolisian Sektor Lakudo, Hal ini disampaikan Kapolsek Lakudo AKP Halim Kaonga, saat ditemui awak media di salah satu kedai kopi di kecamatan Lakudo.

“Penahanan terhadap Masudin dilakukan pasca melakukan penganiayaan terhadap Kepala bidang (Kabid) ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Sabaruddin Kandaw beberapa waktu lalu,” jelas Kapolsek Lakudo, AKP Halim Kaonga, Senin (22/06/2020).

Saat dihubungi dan menuju ke kedai kopi yang sama  Sabaruddin mengatakan kasus penganiayaan tersebut bermula saat dirinya hendak menggunakan mobil operasional patroli wilayah (Patwal) untuk melakukan pendampingan kepada Tim Gugus Tugas Kabupaten Buteng yang ada di Dermaga penyebrangan Wamengkoli-Baubau.

“Jadi kejadiannya saat bulan Ramadhan, saya mau lakukan pendampingan ke tim gugus tugas covid-19 yang bertugas di Wamengkoli. Karena mobil operasional di pake Sekdin maka saya menelpon beliau karena saat itu kadang pak Bupati suka cek yang berjaga disana,” kata Sabaruddin.

Dalam melakukan komunikasi lewat sambungan telpon selulernya, Soni, sapaan akrab Kabid ketentraman dan ketertiban masyarakat itu terjadi perdebatan yang cukup panas yang berujung pada penganiayaan terhadap dirinya.

“Saat ditelpon saya mau pake mobil, dia (Sekdin) banyak alasannya padahal kita tahu kalau mobil yang dipake itu mobil lapangan. Karena saya terus memaksa untuk memakai mobil, Sekdin kemudian datang di kantor dan disana terjadilah pemukulan,” kisahnya.

Atas perlakuan yang dialaminya yang mengakibatkan luka serta memar di bagian kepala, Soni mengadukan kejadian itu ke Mapolsek Lakudo.

Aduan yang dimaksudkan tambahnya, bukan untuk memenjarakan orang nomor 2 di kantornya tersebut, melainkan hanya ingin menunggu permohan maaf yang diucapkan karena telah menganiaya dirinya.

“Jadi saat itu saya dan mertua melaporkan kejadian itu ke Polsek. Tujuan sebenarnya hanya mau dengar permintaan maaf saja. Proses mediasi pun sudah dilakukan tapi tidak mendapat titik temu. Menunggu selama 42 hari tidak ada ucapan maaf akhirnya kasus dilanjutkan,” bebernya.

Kanit Reserse Polsek Lakudo, Aiptu Gufron Sucandra SH, saat dikonfirmasi melalui telpon selurnya juga membenarkan hal tersebut.

“Iya, sekarang kita sudah amankan tersangka di Mapolsek. Akibat penganiayaan tersebut saudara Soni mengalami luka di sekitar wajah (pelipis) sebagaimana hasil visumnya,” ucap Gufron.

Kasus ini, lanjut Gufron, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan namun dikembalikan lagi karena unsur materilnya kurang lengkap, yang ada hanya formilnya saja,” ucapnya.

“Saat dikembalikan, kami lengkapi lagi dan dikirim. kalau tidak ada halangan minggu ini akan masuk ketahap 2. Atas perbuatannya kini pelaku kami sangkakan dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan lama kurungan paling lama 2 tahun 8 bulan,” jelasnya. (Dzabur Al-Butuni)

Tinggalkan Balasan