0%
logo header
Rabu, 07 Desember 2022 08:56

Antisipasi Lonjakan Kasus PMK di Soppeng, DPKHP Gelar Pertemuan

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Pertemuan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Soppeng, Selasa (06/12/2022). (Istimewa)
Pertemuan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Soppeng, Selasa (06/12/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG —- Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng menggelar pertemuan dalam rangka penanggulangan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Hark cafe Malaka Watansoppeng, Selasa (06/12/2022).

Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP)  Kabuopaten Soppeng, Erman Asnawi, mengungkapkan kegiatan pertemuan yakni untuk antisipasi melonjaknya kasus PMK di Kanupaten Soppeng.

“Kasus pertama PMK Disoppeng pada 10 Agustus 2022 kemarin dan kami lakukan isolasi lokasi serta pengobatan ke sapi yang terjangkit,” kata Erman Asnawi.

Baca Juga : Bahtiar Baharuddin Serahkan Bantuan Rp2 Miliar untuk Rumah Tangga Miskin di Soppeng

Lanjutnya bahwa kasus PMK sempat zero selama 2 bulan, namun di bulan Oktober melonjak tajam hingga 400 kasus dan kasus kematian sapi akibat PMK hanya 1 ekor anak sapi.

Diakuinya bahwa kasus PMK tidak membuat panik karena penyakit yang tidak menular ke manusia, tetapi hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Erman Asnawi menyampaikan bahwa pertemuan yang dilakukan melibatkan unsur TNI/Polri, Kejaksaan, Camat, Kades/Lurah, BPP dan SKPD dalam rangka membangun sinergi menghadapi masalah PMK khususnya diwilayah Kabupaten Soppeng.

Baca Juga : Rutan Kelas IIB Watansoppeng Gelar Pekan Olahraga Bersama WBP dan Petugas

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah kurangnya respon dari masyarakat untuk menvaksin hewan ternaknya,” katanya.

Sementara, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan Drh.Nurlina Saking menilai pertemuan yang dilakukan DPKHP Soppeng merupakan tanda keseriusan dalam menangani PMK.

“Keberadaan kita disini untuk membahas kendala dalam memberantas PMK,” sebut Nurlina Saking.

Baca Juga : Jumat Berkah, Pemkab Soppeng Gelar Pasar Murah di Pelataran Masjid Agung Darussalam

Dijelaskannya bahwa untuk masalah tenaga kerja seharusnya ada 1 dokter hewan, paramedic 2 orang setiap Kecamatan, akan tetapi tenaga Kesehatan Hewan di Kabupaten Soppeng masih kurang.

“Dibutuhkan tambahan atau dukungan berbagai pihak sehingga penanganan PMK memiliki model Pentahelix yang salah satu cara mengatasi masalah,” ucap Nurlina Saking.

Berikut target vaksinasi untuk ternak Sapi di Kabupaten Soppeng yaitu disediakan 10.000 dosis namun yang terpakai sampai saat ini baru 4.620 dosis dan ini belum mencapai 50 persen.

Baca Juga : Masyarakat dan Personil Kodim Soppeng Gotong Royong Atasi Sampah di Pasar

“Target utama yaitu Sapi karena gejala yang muncul agak berat dibanding Kambing dan Babi,” tutupnya.

Sedangkan Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide mengharapkan adanya komunikasi langsung dengan masyarakat dengan melibatkan Kepala Desa/Kepala Kelurahan dan DPKHP untuk membuat jadwal.

“Yang tak kalah pentingnya yaitu masalah lintas ternak yang harus diperhatikan,” singkatnya. (*)

Penulis : Yusuf
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646