0%
logo header
Sabtu, 17 Oktober 2020 19:11

APMSM Tolak Kedatangan Presiden Jokowi di Bumi Anoa

Falihin
Editor : Falihin
Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sultra Menggugat (APMSM)
Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sultra Menggugat (APMSM)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Beredarnya wacana kedatangan Presiden RI di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara menuai sambutan yang begitu apresiatif. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sultra Menggugat (APMSM).

Saat ditemui disalah satu warkop kota kendari, Sabtu (17/10/2020), Ahmad Yayat Tikori, sekretaris APMSM memberikan tanggapannya terkait kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu ke Bumi Anoa Sultra.

“Benar kami tolak. Namun, penolakan kami lebih merujuk pada tanggung jawabnya yang hari ini masyarakat Sultra menilai bahwa beliau gagal. Artinya, secara psikologis situasi Sulawesi Tenggara saat ini masih terhantui keraguan terhadap lembaga negara yang belum selesaikan berbagai kasus hingga menimbulkan kekacauan seperti aksi besar-besaran beberapa hari lalu. Contohnya UU Omnimbus Law dan kasus pelanggaran HAM,” ungkapnya.

“Lebih lanjut, dimana peran pak Jokowi saat berbagai polemik di Sultra belum menemukan kepastian hukum. Kami pikir, seharusnya ada koordinasi antara presiden kepada lembaga negara untuk menyelesaikan kasus-kasus itu. Khususnya jiwa kami masih berduka bahwa pelaku penembakan sahabat kami Randi-Yusuf belum mendapatkan keadilan. Tentu hal ini menjadi acuan kami saat penyampaian aspirasi yang kami lakukan ketika unjuk rasa tanggal 21 mendatang,” sambung pria yang disapa AYT ini.

AYT menambahkan bahwa apresiasi yang begitu besar terhadap kedatangan Presiden RI di Bumi Anoa saat nanti. Sebab, dia menilai bahwa ada ruang penyampaian aspirasi secara langsung kepada Presiden Jokowi tanpa harus jauh-jauh ke istana.

Lebih lanjut, AYT menganggap bahwa disisi lain ada beberapa tanggung jawab penting yang mungkin pak jokowi belum ketahui namun saat berkunjung lansung ke Sultra banyak penyampaian aspirasi masyarakat sehingga langsung diketahui.

“Harapan kami, semoga sambutan atas kunjungan bapak presiden menjujung tinggi nilai kondusifitas. Kami pula terus lakukan konsolidasi untuk sama-sama bergabung dalam gerakan tanggal 21 mendatang. Sementara ini kami buat posko penolakan Jokowi diperbatasan Kendari Konsel di Ranomeeto. Kemudian, tentu ini sangat urgent bahwa agenda beliau bukan sekedar meresmikan jembatkan, tapi lebih pada menerima aspirasi rakyatnya. Karna sejatinya, kekuasaan berada ditangan rakyat,” tutupnya. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646