0%
logo header
Rabu, 15 April 2026 22:18

Gudang Bulog 3.500 Ton Segera Hadir, Stabilitas Harga Pangan Menggeliat

Redakasi
Editor : Redakasi
Gudang Bulog 3.500 Ton Segera Hadir, Stabilitas Harga Pangan Menggeliat

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Di tengah hamparan Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah, harapan baru bagi ketahanan pangan di Kabupaten Buton Tengah mulai berwujud. Lahan hibah seluas representatif dari Pemerintah Daerah setempat kini tengah disiapkan menjadi lokasi pembangunan gudang Bulog berkapasitas 3.500 ton.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), didampingi Kepala Dinas PUPR Buteng, Muh. Said, Rabu (15/4/2026). Bukan sekadar bangunan biasa, gudang ini adalah jantung dari Infrastruktur Pasca Panen (IPP) yang selama ini dinanti para petani.

Manager Administrasi dan Pengawasan Bulog Kanwil Sultra, Nurhayati, menyebutkan bahwa lahan hibah dari Bupati Buton Tengah, Azhari, dinilai sangat ideal. “Lahan ini cukup untuk membangun gudang dengan kapasitas 3.500 ton beserta seluruh sarana dan prasarana pendukungnya,” ujarnya di lokasi.

Yang membuat ini istimewa: anggaran pembangunan bersumber dari APBN, dan seluruh proses tender hingga pengawasan dilakukan langsung melalui Kementerian BUMN. Artinya, proyek ini masuk dalam program strategis pemerintah pusat yang tidak main-main.

“Kita sama-sama berdoa, semoga dengan niat baik Bapak Bupati yang telah menghibahkan tanah, pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya petani,” tambah Nurhayati.

Selama ini, keluhan petani Buton Tengah adalah minimnya tempat penyimpanan pascapanen yang layak. Akibatnya, saat panen raya, harga gabah jatuh karena terpaksa dijual cepat. Dengan hadirnya gudang Bulog, stabilitas harga dan pasokan pangan diyakini akan lebih terjaga.

Nurhayati juga mengimbau masyarakat ikut mengawal dan menjaga proses pembangunan. “Manfaatnya akan kembali kepada kita semua untuk mendukung ketersediaan pangan di daerah,” ajaknya.

Dengan langkah ini, Buton Tengah tak hanya memiliki gudang logistik, tetapi juga fondasi baru untuk kemandirian pangan. Pemerintah daerah dan Bulog seolah berbisik: “Petani tak boleh sendiri lagi.”

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646