Bawakan Materi Pendidikan Jurnalistik, Asep Setiawan Sampaikan Usulan Dewan Pers Ke DPR Soal RKUHP

1
Asep Setiawan (ke-2 dari kiri) bersama Muh.Yana dari katadata.co.ic, kiri), dan Ahmad Bahar (kanan) selaku Ketua Penyunting “Identitas” Unhas.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Pers sudah pernah mengusulkan kepada

DPR agar menghilangkan pasal-pasal yang dapat mengganggu

kebebasan pers dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Hukum

Pidana (RKUHP).

Di depan peserta Pendidikan Jurnalistik Tingkat Lanjutan Nasional

(PJTLN) yang dihelat Penerbitan Kampus “Identitas” Unhas, di Balai

Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) Sulsel, Jl.Adyaksa

Makassar, Sabtu (26/10/2019) kemarin, anggota Komisi Pemberdayaan Organisasi

Dewan Pers, Asep Setiawan menegaskan, kegiatan pers bagi anggota

masyarakat, termasuk di dalamnya mahasiswa, dilindungi konstitusi

sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Oleh sebab itu, di dalam UU No.40/tahun 1999 disebutkan “terhadap pers nasional

tidak ada pembredelan”.

“Kegiatan pers cetak dan elektronik terikat pada perundang-

undangan secara umum,” ujar mantan wartawan BBC London yang

menyelesaikan pendidikan magisternya di Inggris tersebut.

Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung

2019 tersebut menegaskan, etika pengelolaan pers umum diatur dalam

UU No.40/Tahun 1999, sementara pengelolaan pers kampus sesuai

dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pimpinan kampus, dalam hal ini

rektor.

Asep Setiawan yang kini bergabung dengan salah satu grup media

besar di Indonesia mengatakan, salah satu fungsi Dewan Pers adalah

memverifikasi kelembaga media pers cetak atau daring di Indonesia. Satu

perusahaan pers harus memiliki perusahaan, meski saat ini banyak

bermunculan media daring yang dikelola perseorangan.

“Youtuber termasuk salah satu media ciber yang sangat liberal.

Hingga saat ini terdapat sedikitnya 40.000 situs berita, namun yang sudah

terverifikasi baru sekitar 4.000,” ujar anggota Dewan Pers yang mewakili

perusahaan pers ini dalam paparannya, didampingi Pembina Penerbitan

Kampus “Identitas” Unhas, M. Dahlan Abubakar.

PJTLN yang berlangsung 24 s.d. 27 Oktober 2019 tersebut dibuka

Direktur Alumni dan Penyiapan Karier Dr.Abdullah Sanusi, S.E., MBA

yang didampingi Ketua Penyunting “Identitas” Dr.Ahmad Bahar, ST, M.Si,

Dua puluh peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di

Indonesia, antara lain UIN Medan Sumatra Utara, Universitas Riau,

Sunsulbar, UIN Parepare, Unismuh Makassar, dan Unhas. Sabtu (26/10)

para peserta melakukan kemping semalam di objek Wisata Ramang-

Ramang Maros.

Selama PJTLN bertema “Jurnalisme Kreatif” itu berlangsung

peserta selain memperoleh materi tentang “Peran dan Kedudukan Pers

Kampus” dari Asep Setiawan, juga dari Dahlan Dahi (Wakil Direktur

Kompas Gramedia Digital), Muhammad Yana (Graphic Designer

katadata.co.id), Moh,Final Daeng (Wartawan Kompas), dan Ahmad

Syamsuddin (Videgrapher CNN Indonesia). (mda). (M. Dahlan Abubakar)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan