REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Sehingga dianggap penguatan pada peningkatan literasi keuangan sejak dini terus didorong melalui berbagai program. Termasuk pemahaman mengenai perencanaan keuangan jangka panjang dan dana pensiun, menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial masyarakat.
“Persiapan masa depan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda. Kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini akan membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif,” katanya, saat hadir dalam Seminar Edukasi Keuangan “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” yang digelar OJK Sulselbar bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas), di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran UNHAS, Makassar, kemarin.
Baca Juga : Ikut Pendataan Sensus Ekonomi, Wabup Gowa Ajak Warga Berpartisipasi Aktif
Lanjutnya, dimana, dalam konteks tersebut, profesi aktuaris memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pengelolaan dana pensiun, pengelolaan risiko, serta menjaga keberlanjutan sistem keuangan secara keseluruhan.
Selain itu, menurutnya bahwa perkembangan teknologi dan inovasi di sektor jasa keuangan telah menghadirkan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan yang semakin beragam. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Muchlasin berharap, mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, tetapi juga mampu membangun kebiasaan merencanakan keuangan jangka panjang, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara legal, aman, dan bertanggung jawab.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Komitmen Penuhi Kebutuhan Listrik Masyarakat Hingga ke Pelosok
“Generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menyebarluaskan literasi keuangan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat,” harapnya.
Muchlasin mengungkapkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya OJK dalam mendukung implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui penguatan sinergi dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah daerah, serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta memperkuat ketahanan finansial masyarakat sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan program edukasi keuangan yang inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan sektor jasa keuangan. Melalui sinergi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cakap finansial, dan terlindungi sebagai konsumen.
Baca Juga : Kalla Beton Dukung Material Berkualitas untuk Pembangunan Sekolah Garuda Kendari
“Termasuk mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.
Kegiatan kolaborasi tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PAI. Pada pertemuan tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa Unhas yang tujuannya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya dalam mempersiapkan dana pensiun sejak usia produktif.
