0%
logo header
Minggu, 03 Desember 2023 16:51

Bertarung di Senayan, Aisyah Tiar Arsyad Komitmen Perjuangkan Adat dan Budaya di Sulsel

Rizal
Editor : Rizal
Dialog politik yang digelar TRAH GTS (Gowa, Tallo, Sanrobone) bersama tokoh adat dan budaya yang berlangsung di Hotel Jolin, Jalan Pengayoman, Makassar, Minggu (3/12/2023). (Foto: Istimewa)
Dialog politik yang digelar TRAH GTS (Gowa, Tallo, Sanrobone) bersama tokoh adat dan budaya yang berlangsung di Hotel Jolin, Jalan Pengayoman, Makassar, Minggu (3/12/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Aisyah Tiar Arsyad berkomitmen memperjuangkan tatanan adat dan budaya di Sulawesi Selatan. Hal ini diungkapkan saat diskusi politik yang digelar TRAH GTS (Gowa, Tallo, Sanrobone) bersama tokoh adat dan budaya yang berlangsung di Hotel Jolin, Jalan Pengayoman, Makassar, Minggu (3/12/2023).

Insya Allah kalau diberikan kesempatan akan kami perjuangkan. Karena budaya memiliki potensi besar menggerakkan ekonomi. Contohnya di Toraja yang berhasil membangkitkan ekonomi disana. Kita harap ini berkembang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” kata Aisyah Tiar yang maju melalui Dapil Sulsel III itu.

Putri pengusaha asal Tanah Luwu, Arsyad Kasmar ini memiliki perhatian besar terhadap adat dan budaya. Makanya, ia berkomitmen untuk membangkitkan serta melestarikan adat dan budaya jika terpilih menjadi anggota DPR RI nanti.

Baca Juga : Gandeng Media, Bawaslu Sulsel Perkuat Kinerja Kehumasan Jelang Pilkada Serentak 2024

“Penguatan literasi (tentang adat dan budaya) salah satu perhatian kita. Terus tarian adat yang hanya selalu ditampilkan dalam acara serimonial saja dalam menerima tamu. Padahal tarian adat memiliki makna tersendiri,” ujar Aisyah.

Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Sulsel, Ali Mallombasi Daeng Nyengka menyampaikan sejumlah persoalan dalam mengembangkan kemajuan adat dan budaya. Salah satunya kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam melestarikan adat dan budaya di Sulsel.

“Alokasi pendanaan kepada para pegiat budaya yang mungkin ada tapi tidak menetes. Harapan kami utamanya pendanaan. Peningkatan pariwisata khususnya Sanrobone tidak pernah diekspos keluar. Termasuk makam-makam,” katanya.

Baca Juga : Surya Paloh Imbau Kader NasDem Solid Menangkan Duet ASS-Fatma di Pilgub Sulsel 2024

Sehingga dia berharap agar ada wakil rakyat yang bisa membawa isu budaya dan adat seperti yang digaungkan Caleg Partai Gerindra, Aisyah Tiar Arsyad. Seperti ritual maulid saja selama ini sulit digelar di Istana kerajaan. Namun kini digelar di masjid.

Ketua Umum Trah GTS, Suwadi Idris Amir mengatakan jika Aisyah Tiar terpilih yang harus diperjuangkan adalah penguatan literasi untuk kemajuan adat dan budaya. “Literasi pengetahuan tentang adat dan budaya ini sangat penting,” ucapnya.

Hal ini dapat didorong melalui Dinas Perpustakaan daerah sehingga literasi tentang adat dan budaya dapat diakses oleh masyarakat secara umum.

Baca Juga : Lewat CSR Penanaman Mangrove di Berbagai Daerah, Yamaha Indonesia Upayakan Reduksi Emisi Karbon

Selain itu, kemandirian terhadap lembaga adat sangat penting dengan memperhatian situs budaya seperti makam sejarah, serta simbol-simbol adat seperti rumah adat harus menjadi perhatian pemerintah karena hal ini bisa meningkatkan ekonomi melalui wisata budaya.

“Negara harus hadir dalam kepentingan ini. Mendorong perbaikan makam. Rumah adat perlu mendapat perhatian pemerintah. Kearifan lokal harus dikelola dengan baik,” pungkas Direktur PT IPI ini.

Adapun Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Supratman menjelaskan bahwa di tengah kemajuan teknologi saat ini keberadaan adat dan budaya perlu dikawal agar tetap eksis ditengah masyarakat. Kebudayaan juga harus tampil dengan kemasan kekinian.

Baca Juga : Penguatan Produk Hukum Daerah, Bapemperda DPRD Sulsel Hadiri Rakornas di Kaltim

Menurutnya, jika kemajuan teknologi tidak didukung oleh budaya maka hanya akan membuat kehancuran. Ia mencontohkan China sebagai negara super power, namun kebudayaan mereka tetap eksis di masyarakat.

“Gerakan kebudayaan harus adaptif dengan perkembangan zaman. Kebudayaan harus memelihara persatuan. Kebudayaan harus memelihara aspirasi masyarakat dan kebudayaan harus memelihara lingkungan,” demikian Supratman. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646