0%
logo header
Selasa, 06 Februari 2024 16:17

BI Sulsel Proyeksi Pelaksanaan Pemilu Pacu Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kedua kanan) dan Deputi Kepala Perwakilan Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah dan Manajemen Internal BI Sulsel Rudi Bambang Wijanarko (kanan) saat memberikan keterangan pada Pertemuan Media, di Goodfiles Makassar, Selasa, (06/02/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kedua kanan) dan Deputi Kepala Perwakilan Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah dan Manajemen Internal BI Sulsel Rudi Bambang Wijanarko (kanan) saat memberikan keterangan pada Pertemuan Media, di Goodfiles Makassar, Selasa, (06/02/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan memproyeksi penyelenggara pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dimana berdasarkan data yang ada pertumbuhan ekonomi periode triwulan IV 2023 tumbuh 3,79 persen secara year of year (yoy). Sementara pada periode triwulan I 2024 diperkirakan tumbuh 4,5 hingga 5,2 persen secara yoy.

Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, perkiraan kondisi ekonomi di Sulsel akan kembali baik dengan adanya penyelenggaraan pesta pemilu. Dimana, sektor perdagangan, industri, hingga aktivitas makan dan minum akan menjadi indikator pendukung utama.

Baca Juga : Cikal Bakal Generasi Emas 2045, Ketua DPRD Sulsel Motivasi Siswa SMA Metro School

“Pemilu ternyata akan menaikkan beberapa sektor aktivitas ekonomi. Mulai dari perdagangan, akomodasi makan dan minum seperti rapat, gathering dan lainnya. Selain itu industri, termasuk industri makan minum yang ada di kota-kota besar,” katanya di sela-sela Pertemuan Media, di Goodfiles Makassar, Selasa, (06/02/2024).

Katanya, aktivitas kinerja LU perdagangan dan aktivitas makan minum yang lebih tinggi ini akan memberikan multiplier effect dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk juga dengan adanya peningkatan kinerja Sub LU perikanan tangkap maupun budidaya yang meningkat yang juga ikut menopang.

“Meningkatnya mobilitas, pemilu serentak dan kenaikan gaji ASN mendorong konsumsi masyarakat yang lebih tinggi. Kemudian juga dengan kondisi El-Nino yang telah meredah, serta program akselerasi pertanian yang didukung keberlanjutan menjadi penyebab utama kondisi ekonomi kita akan membaik,” ujarnya.

Baca Juga : Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

Faktor-faktor penentu lainnya yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel, mulai dari program Mandiri Benih yang diperkirak akan mendorong sektor pertanian, penguatan sinergi pemerintah dari sisi fiskal, moneter, maupun perbankan, pengembangan industri hilirisasi mineral, dan pembangunan Kawasan Industri Takalar & Bantaeng, dan kawasan industri galangan kapal, serta kawasan ekowisata.

Rizki menilai, selain itu terdapat pula beberapa tantangan dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Mulai dari aspek daya saing provinsi dan aspek SDM yang masih relatif rendah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di bawah rata-rata nasional, prevalensi Stunting yang masih relatif cukup tinggi di atas rata-rata nasional, dan aspek infrastruktur dasar, konektivitas serta energi yang belum optimal.

“Termasuk juga kondisi krisis air bersih yang menghambat masyarakat dapat tumbuh optimal dan sehat, dan risiko ancaman bencana geologi dan hidrometeorologi dianggap masih menjadi tantangan kedepannya. Sehingga sangat dibutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga : HUT POM AL ke-78, Danny Pomanto Ikut Fun Bike Sejauh 8 Kilometer

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah dan Manajemen Internal BI Sulsel Rudi Bambang Wijanarko menyebutkan, aliran uang keluar (Outflow) pada pelaksanaan Pemilu 2024 di prediksi tumbuh sebesar 45,6 persen atau sebesar Rp1,2 triliun dari pelaksanaan Pemilu 2019 yang hanya Rp864,65 miliar.

“Hal ini lebih disebabkan adanya Momen Hari Raya IMLEK yang juga bersamaan dengan Pemilu 2024, serta banyaknya waktu libur panjang,” terangnya.

Ia menjelaskan, aliran uang keluar pada Pemilu 2019 terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp848,91 miliar, sementara Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp15,74 miliar.

Baca Juga : Danny Pomanto Apresiasi Jappa Jokka Cap Go Meh 2024 Rekatkan Sosial Masyarakat

“Kenapa transaksi pertukaran yang banyak saat pemilu karena kan biasanya ada belanja-belanja, orang ada pertemuan-pertemuan, makan-minum, diskusi-diskusi, itu akan berdampak pada belanja. Kalau belanja biasanya itu nanti konsumsi akan meningkat, ujung-ujungnya nanti akan growth ke ekonomi,” katanya.

Menurutnya, dari berbagai sektor yang mampu mendongkrak aktivitas ekonomi pada pelaksanaan Pemilu 2024 yakni pada kebutuhan makan dan minum. Kontribusinya pun mencapai 1,7 persen.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646