0%
logo header
Rabu, 27 April 2022 16:02

Capai Ratusan Juta Rupiah, Anggaran Pembangunan Tanggul Diduga ‘Digelapkan’ Kades Soreang Takalar

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Papan Bicara Penggunaan Anggaran Dana Desa Soreang, Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2021. Yang Dilingkari merah adalah keterangan Anggaran Proyek Pembangunan Tanggul dan Talud. (Istimewa)
Papan Bicara Penggunaan Anggaran Dana Desa Soreang, Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2021. Yang Dilingkari merah adalah keterangan Anggaran Proyek Pembangunan Tanggul dan Talud. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TAKALAR – Pembangunan tanggul di Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan tak berjalan sesuai rencana.

Pembangunan tanggul di Dusun Lampang, atau tanggul Lampang itu direncanakan dibangun sepanjang 50 meter.

Anggaran itu berasal dari dana desa tahun 2021. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan. Padahal, anggarannya mencapai Rp 94 juta lebih.

Anggaran tersebut terlihat dalam sebuah laporan realisasi aliran anggaran pemerintahan desa setempat.

Kepala Desa yang menjabat tersebut diketahui bernama Samuddin Daeng Se’re.

Dia diduga telah menggelapkan uang proyek tersebut. Selain tanggul Lampang, Jalan Talud Taipa sepanjang 97 meter dengan anggaran Rp 35 juta.

Menepis tudingan itu, ia mengaku telah mengembalikan dana tersebut. “Dananya dikembalikan (ke Kas Daerah), saksinya BPD dan Inspektorat,” akunya kepada wartawan, Selasa (19/4/2022) belum lama ini.

Kendati begitu, pengakuannya ditepis langsung Tim Verifikasi Kecamatan Mappakasunggu, Sitti Asna.

“(Dia) Berjanji (anggaran) akan dikembalikan pada bulan Mei mendatang,” kata Asna.

Lambatnya pengembalian dana kegiatan nonrealisasi diduga kuat dikarenakan dana tersebut sudah habis yang bukan peruntukannya.

Dengan fungsional jabatan tersebut, Kades Soreang disebut telah menyalahgunakan posisi jabatannya sebagai kepala Desa.

Sitti Asna bahkan menegaskan, rencananya akan tidak mencairkan dana desa Soreang jika persoalan ini belum selesai.

Kendati demikian, Kades Soreang, Samuddin Daeng Se’re juga mengaku jika beberapa kegiatan desa di wilayahnya tidak dikerjakan.

Termasuk pembangunan talud dan tanggul pemecah ombak. “Tahun lalu air pasang surut jadi saya tidak kerjakan tanggul pemecah ombak, kalau kegiatan saya lupa. Soal dana desa yang ratusan juta itu sudah kami rapatkan dengan pihak BPD, dan saya akan kembalikan bulan Mei,” tutur daeng Se’re. (*)

Penulis : Andi Nurul Gaffar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646