0%
logo header
Selasa, 28 Februari 2023 15:31

Cekcok Dengan Isteri, Pria di Kukar Hajar Anak Tiri Hingga Tewas

Pelaku penganiayaan anak tiri saat diamankan polisi. (Istimewa)
Pelaku penganiayaan anak tiri saat diamankan polisi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA — Seorang pria RM (28) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) tega menganiaya seorang bocah AH (8) hingga tewas.

Bocah AH (8) adalah anak tiri dari RM (28). RM nekat membanting korban sebanyak lima kali dan berkali-kali melakukan pemukulan lantaran cekcok dengan isterinya.

“Jadi awalnya tersangka ini cekcok dengan ibu korban, setelah itu korban yang sedang tidur dibangunkan paksa oleh tersangka dengan cara langsung didudukkan,” jelas
Kapolsek Kembang Janggut AKP Rihard Nixon saat dihubungi media ini, Selasa (28/02/2023).

Baca Juga : Pemkab Kutai Kartanegara Dapat Insentif Fiskal untuk Pengendalian Inflasi Daerah

Peristiwa itu terjadi di kediaman tersangka di wilayah perkebunan, Kecamatan Kembang Janggut, Kukar pada Sabtu (18/09/2022) lalu sekitar pukul 00.00 Wita.

Saat korban bangun, tersangka kemudian menanyakan korban akan ikut tersangka atau ibunya jika berpisah. Oleh AH pun dijawab akan ikut ibu.

“Terus ditanya lagi sampai ke tiga kali, karena ketakutan dirubah oleh korban jawabnya ikut ayah. Tapi tersangka ini terlanjur emosi, akhirnya anak itu diangkat pakai tangan dan dibanting ke lantai sebanyak lima kali,” terangnya.

Baca Juga : Mal Pelayanan Publik di Kutai Kartanegara, Inovasi Terbaru dalam Pelayanan Prima

Saat dibanting, korban yang terkencing di celana, disuruh RM untuk mandi, sesampainya di kamar mandi tersangka kembali melakukan penganiayaan hingga korban muntah-muntah.

“Begitu juga setelah mandi, karena korban dirasa tersangka lambat memakai baju, akhirnya korban ditendang hingga membentur dinding rumah dan dilanjutkan dipukul menggunakan sapi lidi,” ungkapnya.

Dikatakan Rihard, tersangka kemudian mengikat tangan korban bersama ibunya, ikatan itu disambungkan ke badan RM, dengan alasan agar korban dan isterinya tak dapat kabur dan melaporkan atas tindakannya.

Baca Juga : Potensi Pariwisata Kutai Kartanegara, Kolaborasi Pemerintah dengan Pokdarwis

“Tapi setelah diikat ibu korban ini mau ke kamar mandi, akhirnya dibuka semua ikatan tali oleh tersangka,” terangnya.

Sekitar pukul 02.00 Wita, korban yang kesakitan itu menangis, merasa terganggu RM mengusir anak tirinya itu keluar dari rumah. Dan setelah di luar rumah penganiayaan pun berlanjut.

“Jadi tersangka ini kembali memukuli korban, ibunya hanya bisa mendengarkan anaknya teriak-teriak minta ampun, dan tak berani membela anaknya karena takut dengan tersangka,” bebernya.

Baca Juga : Pemuda Milenial: Penggerak Utama Pertanian di Kutai Kartanegara

Setelah itu, oleh RM, korban disuruh kembali tidur, namun karena merasa kesakitan, tersangka kembali mengusir korban untuk tidur di kamar mandi.

“Saat di kamar mandi anak ini masih meringis kesakitan, terus oleh ibunya disuruh kembali tidur disebelahnya bersama tersangka,” ucap Rihard.

Memasuki pagi hari sekitar 06.00 Wita, RM meminta AH untuk mengusir ayam yang ada di teras rumah, namun pada saat itu AH sudah tidak bernafas dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga : Pemuda Milenial: Penggerak Utama Pertanian di Kutai Kartanegara

“Karena panik, tersangka kemudian menelpon ibu kandungnya dan memanggil warga untuk memandikan jenazah korban,” sebutnya.

Kasus penganiyaan itu baru terungkap setelah ibu korban melaporkan ke pihak berwajib pada Selasa (07/02). Saat melapor ibu korban meminta perlindungan polisi lantaran takut oleh tersangka.

Atas laporan itu polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi lain, dan melakukan pengejaran terhadap RM.

Baca Juga : Pemuda Milenial: Penggerak Utama Pertanian di Kutai Kartanegara

“Kita kejar dan menggeledah lima rumah yang diduga tempat persembunyian tersangka tapi tersangka sudah mengetahui dan berhasil kabur,” ujarnya.

Hingga pada Sabtu (25/02) polisi kemudian mendapatkan informasi keberadaan RM melalui akun media sosial. Sebab RM kerap meng-upload dirinya di tiktok.

“Ya kita dapati di kabupaten Paser karena tersangka aktif mengesahre dirinya di akun tiktok,” paparnya.

Baca Juga : Pemuda Milenial: Penggerak Utama Pertanian di Kutai Kartanegara

Saat diamankan, kepada polisi, RM mengakui semua perbuatannya. Ia berdalih emosi lantaran usai terlibat cekcok dengan isteri.

“Tersangka sudah kita amankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif,” pungkasnya. (*)

Penulis : Jaka Permana
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646