REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Puluhan rombongan delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 nampak antusias melihat seluruh koleksi peninggalan Kerajaan Gowa dari masa ke masa yang ada di Museum Balla Lompoa.
Kunjungan mereka menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan sejarah di Sulawesi Selatan kepada para tamu mancanegara. Rombongan didampingi oleh Spouse of Director General Of Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs, Sinta Ekawati Subolo.
Setibanya, rombongan disambut hangat oleh Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran pengurus, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gowa Ary Mahdin, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, A. Ingga Arfandi, dan jajaran lainnya.
Dalam kunjungan tersebut rombongan diajak mengenakan busana adat khas Sulawesi Selatan. Para tamu perempuan tampil anggun mengenakan baju bodo, sementara tamu laki-laki mengenakan patonro’.
Salah satu rombongan delegasi yang juga suami Duta Besar Uruguay, Edgar Coray, mengaku terkesan dengan pengalaman yang diperolehnya selama berkunjung di Museum Balla Lompoa. Menurutnya, tempat tersebut menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa.
“Balla Lompoa ini tempat yang sangat menarik untuk melihat semua kekayaan ini, semua pakaian adat, dan semua tradisi ini. Sangat mengesankan. Sangat bagus,” ujarnya, di sela-sela kunjungannya, kemarin.
Baca Juga : Meriahkan 60 Seconds to Tokyo, Aston Makassar Hindangkan Aneka Street Food Jepang
Kesan serupa disampaikan Lemaire Baetriz, istri Duta Besar Venezuela. Ia mengapresiasi keramahan masyarakat lokal serta kekayaan budaya yang ditampilkan selama kunjungan.
“Terima kasih atas keramahannya, makanannya yang lezat, budayanya yang indah, dan pakaiannya yang indah. Terima kasih,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa mengatakan, pengenalan busana adat menjadi salah satu upaya memperkenalkan identitas budaya Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa kepada masyarakat internasional.
Baca Juga : Kadis Kominfo Makassar Paparkan LONTARA+ di Forum Komdigi APEKSI 2026, Tuai Apresiasi Daerah Lain
Menurutnya, melalui busana tradisional, para tamu tidak hanya melihat keindahan pakaian, tetapi juga memahami nilai sejarah, kearifan lokal, dan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat kami. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di sini,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Disparbud Gowa, Ary Mahdin mengungkapkan, Museum Balla Lompoa mencatat sebanyak 16.872 kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Jumlah tersebut jauh melampaui destinasi wisata sejarah lainnya di Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Dari Lahan Terdegradasi, PLN UIP Sulawesi Ciptakan Benteng Hijau Bagi Warga Pesisir Jeneponto
“Sebanyak 16.872 wisatawan berkunjung ke Museum Balla Lompoa sepanjang periode 2025. Angka ini menjadikan Museum Balla Lompoa sebagai destinasi wisata sejarah dengan jumlah kunjungan tertinggi di Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Ary menjelaskan, tingginya minat wisatawan terhadap Museum Balla Lompoa menunjukkan besarnya ketertarikan masyarakat untuk mempelajari sejarah dan budaya lokal, khususnya terkait perjalanan Kerajaan Gowa yang memiliki peran penting dalam sejarah Sulawesi Selatan.
“Kami mencatat ada 16.091 wisatawan nusantara dan 781 wisatawan mancanegara yang telah berkunjung ke Museum Balla Lompoa untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah dan kebudayaan Kabupaten Gowa dari masa ke masa, khususnya pada era Kerajaan Gowa,” katanya.
Baca Juga : Dari Lahan Terdegradasi, PLN UIP Sulawesi Ciptakan Benteng Hijau Bagi Warga Pesisir Jeneponto
Menurutnya, keberadaan Museum Balla Lompoa tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelestarian benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda serta wisatawan yang ingin memahami warisan budaya Kabupaten Gowa.
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Disparbud terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata sejarah guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain memperkuat promosi wisata budaya, pemerintah juga berkomitmen menjaga kelestarian situs-situs bersejarah yang menjadi bagian penting dari identitas dan perjalanan sejarah daerah tersebut.
“Dengan capaian kunjungan yang sangat baik, Museum Balla Lompoa semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Gowa,” terangnya.
Baca Juga : Dari Lahan Terdegradasi, PLN UIP Sulawesi Ciptakan Benteng Hijau Bagi Warga Pesisir Jeneponto
Termasuk, menjadikan keberadaan Museum Balla Lompoa sebagai pusat edukasi budaya yang diminati wisatawan nusantara maupun mancanegara.
