Di FGD LKMM Unhas, Ni’matullah Ajak Mahasiswa Kembangkan Soft Skill dan Ubah Pola Gerakan

  • Bagikan
Suasana FGD penyusunan panduan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Universitas Hasanuddin yang digelar di Hotel Aston, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (9/10/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe didaulat sebagai pemateri dalam acara Focus Group Discussion (FGD) penyusunan panduan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Universitas Hasanuddin, Sabtu (9/10/2021). Bertempat di Hotel Aston, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pada kesempatan itu, Ulla, sapaan karibnya, mengajak seluruh mahasiswa Unhas untuk mengembangkan soft skill dan hard skill-nya. Hal itu, katanya, bakal berguna jika mereka telah lulus dari bangku kuliah nantinya.

“LKMM harus bisa mengasah soft skill mahasiswa. Makanya dalam kesempatan ini kita buat silabus pengkaderan mahasiswa. Saya ditugaskan untuk memberikan masukan-masukan dalam penyusunan silabus ini,” kata mantan ketua Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas tersebut.

Selain itu, ketua DPD Partai Demokrat Sulsel tersebut juga mengajak mahasiswa untuk mengubah pola pergerakan yang ada. Baginya, pola gerakan yang masih mengandalkan metode demonstrasi di jalanan saat ini sudah tak relevan lagi dengan perkembangan zaman.

“Gerakan mahasiswa sudah harus ada definisi ulang. Harus ada perubahan yang dilakukan. Saat sekarang sudah zamannya internet. Kenapa tidak dimanfaatkan itu untuk menyuarakan sesuatu. Tak perlu turun ke jalan lagi. Satu hastag di media sosial saja itu sudah mampu menggetarkan seluruh negeri ini,” ungkapnya.

“Mahasiswa saat ini harus melakukan perubahan drastis baik di kampus maupun di lingkungan luar kampus. Harus banyak baca buku dan diskusi lintas ilmu. Jangan demonstrasi pakai bahasa spanduk saja. Jangan juga jadikan demo sebagai tujuan sekaligus substansi. Bagi saya, demo hanya instrumental atau alat saja,” tambah Ulla.

Namun katanya, memanfaatkan dunia maya dalam sebuah pergerakan sangat bergantung pada kemampuan menulis. Makanya, kata Ulla, mahasiswa harus bisa minimal membuat narasi yang ringkas tapi pesannya sampai ke publik.

“Itulah mengapa mahasiswa harus banyak membaca buku dan berdiskusi. Gunakan kesempatan di kampus untuk melakukan hal-hal yang positif. Mahasiswa Unhas itu sangat istimewa sekali. Kemewahaan luar biasa. Ada akses langsung ke guru-guru besar terbaik di Sulsel. Jangan pernah takut salah,” demikian Ulla.

Sekadar diketahui, FGD penyusunan panduan LKMM Unhas turut dihadiri Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Arsunan Arsin. Hadir pula para WD III seluruh fakultas di Unhas, serta para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas. (*)

  • Bagikan