Dianggap Belum Tuntas Atasi Tambang Ilegal, Gerak Sultra Minta Bareskrim Polri Tangkap Oknum yang Terlibat

0
Ketua Gerakan Rakyat Sultra (Gerak Sultra), Nursan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI — Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) telah memeriksa beberapa perusahaan tambang yang diduga melakukan tindak pidan ilegal mining di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hasil pemeriksaan tersebut, ditetapkan 3 perusahaan sebagai tersangka yaitu, PT. RMI, PT. PNN dan PT.NPM.

Menyikapi hal itu, Gerakan Rakyat Sultra (Gerak Sultra) menuturkan bahwa masih ada perusahaan tambang yang sudah diperiksa tetapi belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami apresiasi apa yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, dimana sudah 3 perusahaan tambang ditetapkan sebagai sebagai tersangka. Tetapi PT. Bososi dan beberapa perusahaan itu sudah diperiksa tapi belum jelas status hukumnya,” ungkap Nursan, selaku Ketua Gerak Sultra melalui telpon selulernya, Senin (18/05/2020).

Nursan melanjutkan, agar Bareskrim Polri bisa mengusut tuntas semua kasus ilegal mining karena hal tersebut sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Selama ini banyak dugaan ilegal mining oleh perusahaan tambang, seperti menambang diluar IUP dan kawasan hutan lindung, meskipun sudah dilaporkan oleh masyarakat baik itu kepada penegak hukum maupun pemerintah daerah,” lanjutnya.

Nursan yang biasa disapa UP, berharap agar menangkap oknum, baik dari penegak hukum maupun pemda, yang selama ini diduga ikut terlibat dalam kasus ilegal mining tersebut.

“Kasus ini kan sudah lama masuk dalam laporan masyarakat, tetapi tidak pernah diselesaikan. Tidak menutup kemungkinan ada oknum yang terlibat dalam kasus ini,” tuturnya. (Akbar Tanjung)

Tinggalkan Balasan