REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa menerbitkan secara terbatas buklet atau buku saku koleksi Museum Balla Lompoa.
Buku tersebut berisikan ragam koleksi yang ada di Museum Balla Lompoa beserta penjelasannya secera detail. Mulai dari koleksi mahkota kerjaan (Saloka), benda-benda senjata perang, hingga perhiasan kerajaan.
“Buku ini kami cetak secara terbatas, kami berikan kepada wisatawan, termasuk tamu-tamu kehormatan yang datang ke Museum Balla Lompoa,” terang Kepala Disparbud Kabupaten Gowa, Ary Mahdin, saat diwawancarai belum lama ini.
Baca Juga : Kuasa Hukum Tegaskan Sengketa Lahan Pasar Pagi Tambora Inkrah
Buklet Koleksi Museum Balla Lompoa ini dinilai sebagai media informasi bagi wisatawan yang berkunjung. Penyusunan buku saku ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan informasi kepada pengunjung sekaligus memperkuat promosi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Gowa.
“Melalui buku saku ini, kami ingin setiap wisatawan tidak hanya melihat koleksi yang dipamerkan, tetapi juga memahami sejarah, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, kunjungan ke Museum Balla Lompoa menjadi lebih bermakna dan memberikan pengalaman edukasi,” ujar Ary.
Menurutnya, buku saku menyajikan seluruh informasi yang ada di Museum Balla Lompoa, baik secara sejarah hingga koleksi-koleksi yang ada dengan ringkas, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar maupun wisatawan mancanegara.
Baca Juga : Bawa Tujuh Sapta Mulia, Kota Makassar Pamer Inovasi Unggulan di APEKSI 2026
“Jadi selain sebagai media edukasi, buku saku ini kami harap menjadi panduan bagi pengunjung selama berada di kawasan museum sehingga mereka dapat mengenali setiap koleksi dengan lebih mudah,” terangnya.
Ary Mahdin menambahkan, Disparbud Gowa terus melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan destinasi wisata budaya agar Museum Balla Lompoa semakin diminati masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah.
“Kami berharap kehadiran buku saku ini dapat menambah daya tarik Museum Balla Lompoa sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Gowa. Edukasi kepada pengunjung merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” katanya.
