0%
logo header
Minggu, 01 November 2026 10:39

Gagas SIPeKAINGE Fun Walk, BI Ajak Warga Sulsel Kenali Penipuan Transaksi Keuangan Digital

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda saat memberikan sambutan pada SIPeKAINGE Fun Walk yang digelar di Car Free Day (CFD), Jalan Jendral Sudirman, Minggu, (01/11/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda saat memberikan sambutan pada SIPeKAINGE Fun Walk yang digelar di Car Free Day (CFD), Jalan Jendral Sudirman, Minggu, (01/11/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan terus mengambil bagian dalam memperkuat upaya pelindungan bagi konsumen dalam melakukan transaksi keuangan, termasuk pada penipuan keuangan digital.

Komitmen ini dipertegas melalui berbagai program edukasi, salah satunya dengan menggelar SIPeKAINGE Fun Walk yang digelar di Car Free Day (CFD), Jalan Jendral Sudirman, Minggu, (01/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari lintas generasi dan berbagai stakeholder. Mulai dari pelaku industri perbankan, pemerintah provinsi dan kota, hingga mitra BI Sulsel lainnya.

Baca Juga : Jadikan Produk Bernilai Jual Lebih, PLN UIP Sulawesi Bawa Pelaku UMKM Paotere Naik Kelas

Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, SIPeKAINGE Fun Walk ini merupakan Penutupan Pekan Pelindungan Konsumen Sulawesi Selatan 2026 yang telah digelar sejak 26 Oktober 2026 lalu. Dalam kegiatan ini dihadiri lintas generasi yang terdiri dari anak-anak, orang tua, hingga lansia yang berjalan berjalan bersama.

“Kehadiran seluruh anggota keluarga mencerminkan pesan utama kegiatan kita, yaitu, menjaga keamanan bertransaksi adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya, dalam kegiatan.

Ia menilai, perkembangan teknologi, dan layanan pembayaran digital, telah mempermudah kehidupan masyarakat di era modern ini. Dengan telepon genggam, masyarakat (kita) dapat berbelanja, membayar tagihan, hingga mengirim uang kepada keluarga, dengan cepat dan praktis. Namun, kemudahan tersebut juga disertai dengan risiko, yang harus diwaspadai, terutama pada penipuan transaksi keuangan atau scam.

Baca Juga : Hargai Ikhtiar Merangkul Pesantren, Tamsil Linrung Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Sukoharjo

Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), sejak mulai beroperasi pada November 2024 hingga 30 September 2026 terdapat 700 ribu laporan penipuan transaksi keuangan. Sementara, lebih dari 1,3 juta rekening yang terindikasi terkait penipuan telah dilaporkan, dan diverifikasi.

“Angka-angka ini, mengingatkan kita bahwa, penipuan bukanlah persoalan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Modusnya semakin beragam, pesan undian berhadiah, telepon yang mengaku sebagai costumer service, tautan palsu, hingga pelaku yang berpura-pura menjadi anggota keluarga dan meminta transfer dana dengan alasan yang mendesak,” jelasnya.

Belum lagi lanjut Rizki, penipuan saat ini tidak mengenal usia, anak muda yang akrab dengan teknologi, orang tua yang aktif bertransaksi, maupun kakek nenek kita yang sama-sama menjadi sasaran. Tak hanya itu, penipuan terjadi karena pelaku lebih pintar dari korban. Pelaku kerap memanfaatkan rasa percaya, kepanikan, dan bahkan kasih sayang, terhadap keluarga yang memperdaya korban.

Baca Juga : SYAFIF OJK Goes to Makassar, Friderica: Sektor Keuangan Syariah Harus Meningkat

“Karena itu, perlindungan konsumen tidak cukup mengandalkan teknologi keamanan, maupun edukasi kepada individu. Kita juga perlu membangun kebiasaan saling peduli, dan saling mengingatkan. Dimulai dari lingkungan yang paling dekat kita, yaitu keluarga,” tegasnya.

Rizki menambahkan, di Sulawesi Selatan, masyarakat mengenal nilai leluhur si Pekainge, yaitu saling mengingatkan. Nilai inilah yang menjadi inspirasi dalam pelaksanaan SIPeKAINGE Fun Walk pada hari ini. Dimana dengan tujuan untuk menumbuhkan kepedulian antargenerasi, agar setiap keluarga dapat menjadi pengingat, dan pelindung bagi anggota keluarga lainnya.

“Yang muda membantu yang tua, yang tua membimbing yang muda, anak dan cucu dapat membantu orang tua, serta kakek nenek dalam mengenal modus penipuan digital. Sebaliknya, para orang tua dapat menanamkan kebiasaan berhati-hati, dan tidak mudah percaya kepada anak-anak. Semuanya saling menjaga, semuanya saling melindungi,” ungkapnya.

Baca Juga : HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat

Selain itu, melalui kegiatan ini, BI Sulsel mengajak masyarakat mengajak bahwa edukasi pelindungan konsumen tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas atau melalui seminar. Edukasi bisa dimulai lewat percakapan di rumah, ketika berjalan bersama keluarga, atau saat mendampingi orang tua menggunakan layanan pembayaran digital.

Adapun untuk menghadirkan diri dari aksi penipuan keuangan digital, masyarakat diminta untuk membiasakan tiga hal. Pertama, saling mengingatkan untuk tidak mudah percaya pada pesan panggilan maupun tawaran yang mencurigakan.

Kedua, saling mendampingi saat ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan bertransaksi digital. Ketiga, saling terbuka dan segera bercerita apabila menerima permintaan transfer mendesak, Tautan yang tidak jelas, atau mengalami dugaan penipuan.

Baca Juga : HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat

“Ingatlah pesan sederhana kita. Kalau ragu, stop dulu. Jangan terburu-buru melakukan transaksi. Data pribadi, PIN, kata sandi, atau kode EOTP tidak untuk dibagikan kepada siapapun,” tegasnya.

Selain itu, agar tidak langsung membuka tautan yang mencurigakan maupun mengirim uang karena tekanan atau ancaman. Berhenti sejenak, tanyakan kepada keluarga, periksa kembali informasi, dan hubungi kanal resmi penyedia layanan bila diperlukan.

Bank Indonesia Sulawesi Selatan bersama-sama dengan mitra terus berkomitmen memperkuat pelindungan konsumen dan meningkatkan literasi masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan sistem pembayaran secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab. Namun, keberhasilan upaya ini juga memerlukan partisipasi seluruh masyarakat.

Baca Juga : HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat

Rizki berharap, seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya menikmati kegiatan perjalanan sehat dan kebersamaan keluarga, tetapi juga pulang membawa satu komitmen, menjadi duta pelindung-pelindungan konsumen di rumah masing-masing.

“Ceritakan kembali pesan hari ini kepada keluarga, saudara, sahabat, dan tetangga. Dengan demikian, semangat Sipakainge tidak berhenti di garis finis, tetapi terus hidup dalam kebiasaan sehari-hari,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646