REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris menjadi pembicara dalam Edukasi Keuangan yang laksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar di Kabupaten Soppeng.
Edukasi bertajuk “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” menjadi kolaborasi OJK bersama DPR RI untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagi masyarakat dalam mengenal produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan aman. Khususnya lagi di wilayah perdesaan.
Yuliani Paris mengaku pentingnya peningkatan literasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman keuangan perlu dimiliki oleh setiap individu, baik masyarakat di perkotaan maupun perdesaan.
Baca Juga : Komitmen 74 Tahun KALLA untuk Lingkungan dan Sosial
“Termasuk pula bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), keluarga, generasi muda, maupun kelompok masyarakat lainnya,” terangnya, dalam pertemuan, Senin, (19/10/2026).
Menurutnya, penguatan literasi keuangan yang menyasar hingga ke daerah-daerah di Indonesia tentunya akan menjadi bekal yang memadai bagi masyarakat, terutama dalam mengelola keuangan dan menentukan pilihan terhadap produk serta layanan keuangan.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai produk perbankan atau lembaga keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan mengatur pendapatan dan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, memahami pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan,” tegas Yuliani Paris.
Baca Juga : Yamaha Motor ON Challenge 2026, Kesempatan Menangkan Yamaha Fazzio Gratis!
Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan juga penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, terhindar dari praktik keuangan ilegal, serta mampu melindungi diri dan keluarganya dari potensi kerugian finansial.
“Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pendidikan, dan pengembangan usaha,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin menegaskan, literasi keuangan merupakan fondasi penting untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan akses keuangan secara aman, tepat, dan produktif. Apalagi, pembangunan sektor jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan industrinya, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, aman, dan produktif.
Baca Juga : Momen HUT Sulsel ke-357 Tahun, Heriwawan Dorong Kebangkitan UMKM dan Sektor Pertanian
“Masyarakat yang cerdas secara finansial akan melahirkan keluarga yang tangguh, pelaku usaha yang semakin produktif, serta daerah dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat,” tegasnya.
Muchlasin menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Selatan, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 61,03 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,27 persen.
“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Karena itu, edukasi keuangan harus terus diperluas agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, mengelola keuangan dengan baik, dan memanfaatkan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca Juga : Energi untuk Semua, PLN Terus Gerakkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulselrabar
OJK Sulselbar akan terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses edukasi keuangan, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan produktif.
Melalui upaya bersama tersebut, masyarakat diharapkan semakin cakap dalam mengambil keputusan keuangan, memiliki ketahanan finansial yang lebih baik, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
