0%
logo header
Minggu, 18 Oktober 2026 07:54

OJK Sulselbar Gandeng DPR RI Massifkan Sosialisasi Cerdas Finansial ke Warga Bone

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris (tengah) dan sejumlah Tim OJK Sulselbar saat menghadiri Edukasi Keuangan di Kabupaten Bone, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris (tengah) dan sejumlah Tim OJK Sulselbar saat menghadiri Edukasi Keuangan di Kabupaten Bone, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama DRP RI dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Kali ini bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris pihaknya menggelar Edukasi Keuangan di Kabupaten Bone.

Mengangkat tema “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko dan praktik keuangan ilegal.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, keterlibatan DRP RI dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat merupakan sebuah langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan. Khususnya ke daerah, sehingga manfaat perkembangan sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Baca Juga : Energi untuk Semua, PLN Terus Gerakkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulselrabar

“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan pelindungan konsumen. Sehingga, dalam hal ini pihaknya terus mendorong penguatan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, transparansi informasi produk dan layanan, penyelesaian pengaduan konsumen, serta sinergi dalam pemberantasan aktivitas keuangan ilegal.

“Hal ini bertujuan untuk membangun ekosistem jasa keuangan yang sehat, terpercaya, dan memberikan pelindungan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : 357 Tahun Sulsel, Cicu Tekankan Kolaborasi dan Evaluasi demi Dampak Nyata Pembangunan

Muchlasin mengaku, kehadiran Andi Yuliani Paris dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara OJK dan DPR RI dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya memastikan bahwa pembangunan sektor jasa keuangan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga pada peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijaksana, dan produktif.

“OJK akan terus memperkuat kolaborasi dan pelaksanaan edukasi keuangan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya masyarakat yang semakin cerdas finansial dan perekonomian daerah yang inklusif, tangguh, serta berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap, melalui penguatan edukasi keuangan ini masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan, bijak dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan, serta terlindungi dari berbagai risiko kejahatan dan aktivitas keuangan ilegal.

Baca Juga : OJK Sulselbar Perkuat Edukasi Keuangan Warga Soppeng, Ajak Gunakan Produk yang Aman dan Tepat

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris mengungkapkan, peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Peningkatan literasi keuangan memberikan manfaat bagi individu dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, penguatan budaya menabung dan berinvestasi, serta terbentuknya masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang bertanggung jawab.

Baca Juga : Darmawangsyah Muin Dorong SKPD Pemkab Gowa Percepat Penyerapan Anggaran

“Hal ini penting untuk mendukung produktivitas rumah tangga, pengembangan usaha, dan penguatan perekonomian daerah,” terangnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646