REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar berkomitmen untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagi masyarakat hingga ke daerah dalam mengenal produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan aman.
Hal ini dilakukan dengan memperkuat literasi melalui Edukasi Keuangan bertajuk “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” Dengan menyasar masyarakat di Kabupaten Soppeng.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, mendorong pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko dan aktivitas keuangan ilegal,” jelas Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam pertemuan, Senin, (19/10/2026).
Baca Juga : Momen HUT ke-357 Tahun Sulsel, Heriwawan Dorong Kebangkitan UMKM dan Sektor Pertanian
Ia menegaskan, literasi keuangan merupakan fondasi penting untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan akses keuangan secara aman, tepat, dan produktif. Apalagi, pembangunan sektor jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan industrinya, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, aman, dan produktif.
“Masyarakat yang cerdas secara finansial akan melahirkan keluarga yang tangguh, pelaku usaha yang semakin produktif, serta daerah dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat,” tegasnya.
Muchlasin menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, tingkat literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Selatan, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 61,03 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,27 persen.
Baca Juga : Energi untuk Semua, PLN Terus Gerakkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulselrabar
“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Karena itu, edukasi keuangan harus terus diperluas agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, mengelola keuangan dengan baik, dan memanfaatkan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, edukasi keuangan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Masyarakat didorong untuk selalu bersikap kritis sebelum menggunakan produk keuangan, memahami informasi dan ketentuan yang berlaku, memastikan legalitas pihak yang menawarkan produk atau layanan, serta tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Baca Juga : 357 Tahun Sulsel, Cicu Tekankan Kolaborasi dan Evaluasi demi Dampak Nyata Pembangunan
OJK Sulselbar akan terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses edukasi keuangan, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan produktif.
Melalui upaya bersama tersebut, masyarakat diharapkan semakin cakap dalam mengambil keputusan keuangan, memiliki ketahanan finansial yang lebih baik, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
