0%
logo header
Jumat, 16 Oktober 2026 20:53

Dorong Pasar UMKM ke Global, BI Sulsel Libatkan 22 Binaan Rewako di Trade Expo Indonesia

Chaerani
Editor : Chaerani
BI Sulsel mendorong pasar UMKM binaan program Rewako menembus ekspor dengan melibatkan pada pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. (Dok. Humas BI Sulsel)
BI Sulsel mendorong pasar UMKM binaan program Rewako menembus ekspor dengan melibatkan pada pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. (Dok. Humas BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan ke pasar global. Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan melibatkan puluhan UMKM binaan pada pagelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Pelaku UMKM dengan beragam produk unggulannya tergabung dalam program Rewako BI Sulsel. Mereka pun berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Kepala Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, di kegiatan ini sebanyak 22 UMKM Rewako yang dihadirkan. Masing-masing berasal dari 7 UMKM kopi, 7 UMKM rempah, 5 UMKM olahan makanan dan minuman, 2 UMKM perikanan, serta 1 UMKM kriya.

Baca Juga : DPP Golkar Yakin IAS Bisa Wujudkan Target Tambahan Kursi di Sulsel

Adapun mereka berasal dari 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Meliputi, Makassar, Enrekang, Toraja Utara, Gowa, Luwu, Takalar, Pangkep, Luwu Timur, Bone, dan Bulukumba.

“Di kegiatan ini para pelaku UMKM yang kita hadirkan menawarkan beragam produk unggulan daerah ke pasar yang lebih luas khususnya pasar global,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Jumat, (16/10/2026).

Pameran yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia berlokasi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang sejak 14 hingga 18 Oktober 2026. TEI 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”.

Baca Juga : Rutan Samarinda Bagikan 500 Porsi Makan Siang Gratis dan Masker

Rizki menambahkan, pameran berskala internasional ini diikuti 1.873 peserta pameran (exhibitor) dan mencatat 8.092 pembeli (buyer) luar negeri dari 134 negara. Sehingga kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk promosi produk Indonesia, perluasan jejaring usaha, dan penjajakan kerja sama perdagangan.

“Dengan melibatkan mereka di pameran-pameran seperti ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memperluas akses pasar global,” terangnya.

Dalam penyelenggaraan TEI 2026, BI Sulsel bersinergi dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) lainnya melalui penataan area pameran terpadu atau island UMKM binaan Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan visibilitas produk unggulan daerah, memudahkan interaksi dengan calon buyer, serta memperkuat sinergi promosi UMKM binaan antarwilayah.

Baca Juga : Siswa TK Islam Athirah Racing Centre Diajak Belajar dari Alam Berbasis Peternakan

Sebanyak 21 UMKM menempati Hall 2, untuk kategori makanan dan minuman, kopi, rempah, serta perikanan, sementara 1 UMKM kriya menempati Hall 8. Penempatan ini menjadi bagian dari pengaturan area pameran terpadu bersama DEIH Bank Indonesia untuk memudahkan pengunjung dan calon mitra dagang menjangkau produk UMKM binaan.

Rizki menegaskan, keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari perjalanan program UMKM REWAKO Ekspor, yang membekali pelaku usaha secara bertahap mencakup kelas pengenalan dokumen ekspor, riset pasar internasional, business matching, site visit hingga kelas persiapan pameran internasional. Melalui tahapan ini, UMKM tentunya didorong untuk memahami persyaratan ekspor, mengenali kebutuhan pasar, meningkatkan kesiapan produk, dan membangun komunikasi dengan calon buyer.

Selain memfasilitasi ruang promosi dan showcasing produk, BI Sulsel mendukung pendampingan UMKM selama pelaksanaan pameran, khususnya dalam memperkenalkan keunggulan produk, membangun jejaring usaha, serta melakukan diskusi dan penjajakan dengan calon mitra perdagangan.

Baca Juga : OJK Sulselbar Ajak Nelayan Untia Mampu Kelola Pendapatan Lebih Produktif

“Keikutsertaan di TEI ini diharapkan memberi kesempatan bagi UMKM REWAKO untuk memahami kebutuhan pasar, memperluas jejaring buyer, dan meningkatkan kesiapan memasuki rantai pasok yang lebih luas,” harapnya.

Selain itu, partisipasi dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Oktober 2026 di Makassar.

Melalui momentum tersebut BI Sulsel akan menjajaki peluang menghadirkan buyer potensial pada SIBF guna memperkuat kesinambungan promosi, business matching, dan pengembangan akses pasar UMKM di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Baca Juga : OJK Sulselbar Ajak Nelayan Untia Mampu Kelola Pendapatan Lebih Produktif

Melalui sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank Indonesia berharap UMKM REWAKO dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu mengoptimalkan peluang perdagangan domestik maupun internasional.

“Upaya ini sekaligus mendukung penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646