0%
logo header
Kamis, 15 Oktober 2026 15:02

MATAPPA Festival 2026 Hadirkan Perpaduan Seni, Literasi, dan Budaya Sulsel di Benteng Rotterdam

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: MATAPPA Festival 2026
Ket: MATAPPA Festival 2026

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — MATAPPA Festival 2026 menghadirkan perpaduan seni, literasi, dan kebudayaan Sulawesi Selatan di Benteng Rotterdam, Makassar, Kamis (15/10/2026). Mengusung tema “Energizing Sulawesi Selatan through Culture”, festival yang diinisiasi Indika Foundation ini menjadi ruang perjumpaan bagi komunitas kreatif, pegiat budaya, dan masyarakat untuk merayakan kekayaan tradisi melalui berbagai kegiatan.

Tidak sekadar menyuguhkan pertunjukan, MATAPPA Festival 2026 juga menghadirkan lokakarya kreatif, diskusi kebudayaan, bazar UMKM, hingga peluncuran trilogi buku yang memuat nama Matthes, Colliq Pujié, dan Matappa.

Pemilihan Benteng Rotterdam sebagai lokasi kegiatan memberikan makna tersendiri. Situs bersejarah tersebut menjadi latar bagi pertemuan warisan budaya dengan ekspresi kreatif masa kini, sekaligus mempertegas pentingnya ruang publik dalam menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perubahan zaman.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan gerbang pada pukul 13.00 WITA. Pengunjung dapat mengikuti sejumlah workshop, mulai dari aksara Lontara pada pukul 15.00 WITA, fotografi pukul 16.00 WITA, hingga zine pada pukul 17.00 WITA.

Ketiga lokakarya tersebut menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengenalkan kebudayaan dan kreativitas. Workshop aksara Lontara membuka ruang untuk mengenal warisan literasi lokal, sementara fotografi dan zine menjadi medium untuk mengembangkan ekspresi serta mendokumentasikan gagasan melalui karya visual dan publikasi kreatif.

Menghidupkan Tradisi Lewat Panggung Budaya

Memasuki malam hari, festival dilanjutkan dengan seremoni pembukaan dan pertunjukan Tari Pajaga Lili dari Kabupaten Luwu pada pukul 18.30 WITA hingga 19.20 WITA.

Pertunjukan tersebut menjadi salah satu sorotan yang memperlihatkan kekayaan tradisi Sulawesi Selatan. Kehadiran kesenian dari Luwu juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal keragaman ekspresi budaya yang tumbuh di berbagai daerah di provinsi ini.

Agenda berikutnya, pada pukul 19.20 hingga 20.00 WITA, menghadirkan penampilan teater Sekutu Dua Seteru oleh Studio Kerabat serta pertunjukan Tari Appakasé’re dari Batara Gowa.

Dalam sesi yang sama, MATAPPA Festival 2026 juga menjadwalkan peluncuran trilogi buku Matthes, Colliq Pujié, dan Matappa. Peluncuran ini menjadi bagian penting dari festival yang memadukan pertunjukan seni dengan upaya memperluas ruang apresiasi terhadap literasi dan warisan intelektual.

Kombinasi teater, tari, dan peluncuran buku tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan dapat hadir melalui beragam medium. Tradisi tidak hanya diwariskan lewat pertunjukan, tetapi juga melalui pengetahuan, tulisan, dan interpretasi kreatif yang terus berkembang.

Membicarakan Nilai Budaya di Tengah Perubahan Zaman

Salah satu agenda utama lainnya adalah talkshow bertajuk “Finding Our Value in a Changing World” yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.00 hingga 20.45 WITA.

Diskusi ini menghadirkan Alan TH, Prof. Dr. Dra. Nurhayati Rahman, M.S., dan Muh Rijal Djamal.

Tema tersebut mengangkat pertanyaan penting tentang bagaimana masyarakat menemukan dan mempertahankan nilai-nilai yang menjadi pijakan identitas di tengah perubahan sosial dan perkembangan dunia modern.

Dalam konteks Sulawesi Selatan, pembicaraan mengenai nilai budaya menjadi relevan karena warisan tradisi tidak hanya menyangkut peninggalan masa lalu, tetapi juga berkaitan dengan cara masyarakat memahami identitas, membangun hubungan sosial, dan merumuskan masa depan.

Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada pukul 21.00 WITA, dengan agenda penutupan dan pembagian hadiah.

Ruang Kreatif yang Terbuka bagi Masyarakat

Selain agenda seni dan literasi, MATAPPA Festival 2026 juga menghadirkan bazar UMKM serta La Galigo Corner. Kehadiran kedua elemen ini memperluas cakupan festival, dari panggung pertunjukan hingga ruang pengenalan produk dan khazanah budaya lokal.

Festival ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kegiatan kebudayaan sekaligus berinteraksi dengan berbagai bentuk kreativitas yang berkembang di Sulawesi Selatan.

Panitia juga mengumumkan bahwa tiket masuk festival gratis. Bahkan, sebanyak 750 pendaftar pertama mendapatkan fasilitas makanan dan minuman gratis sesuai informasi pada materi publikasi acara.

Pendaftaran peserta dilakukan melalui tautan bit.ly/MATAPPAFESTIVAL2026.

Melalui perpaduan lokakarya, pertunjukan tradisional, teater, literasi, diskusi, dan bazar UMKM, MATAPPA Festival 2026 menghadirkan pendekatan yang beragam dalam merawat kebudayaan.

Lebih dari sekadar agenda hiburan, festival ini menempatkan kebudayaan sebagai sumber inspirasi dan energi bagi masyarakat. Di tengah perubahan zaman, tradisi diharapkan tidak berhenti sebagai warisan yang dikenang, tetapi terus hidup melalui pembelajaran, kreativitas, dan keterlibatan generasi baru.

Kegiatan festival ini juga dalam rangka menyambut hari jadi Sulawesi Selatan ke-357. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646