Jelang Aturan Larangan Mudik, Pemkab Gowa Turunkan Tim untuk Awasi Perbatasan Daerah

0
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.(Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menginstruksikan untuk menurunkan tim gabungan dalam rangka meningkatkan pengawasan aturan larangan mudik lebaran. Khususnya, pada di setiap perbatasan keluar dan masuk di wilayah Kabupaten Gowa.

Adnan mengatakan, tim gabungan tersebut terdiri dari Satpol PP, anggota kepolisian dari Polres Gowa, TNI dan masyarakat. Diperketatnya pengawasan di wilayahnya karena ada dua kecamatan yang menjadi titik yang dapat dilalui untuk menuju daerah tetangga.

Misalnya, di Kecamatan Tombolopao merupakan tembusan atau perbatasan antar Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Sinjai, serta Kecamatan Tompobulu yang merupakan perbatasan Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Jeneponto.

“Semua yang berbatasan langsung dengan daerah kita pasti kita jaga ketat. Nanti ada petugas gabungan, ,” katanya, Selasa (04/05/2021).

Sementara untuk perbatasan Kabupaten Gowa dengan Makassar, Maros dan Takalar yang masuk dalam kawasan aglomerasi Mamminasata (Makassar – Maros – Gowa – Takalar) juga tetap akan diawasi.

“Kalau di Gowa kan masih satu rayon sama Makassar, Maros dan Takalar. Jadi kalau pos yang kita jaga untuk pengetatan mudik itu lebih ke Tombolpao saja. Perbatasan Gowa dengan Kabupaten Sinjai. Kalau yang lainnya kan nanti Takalar yang jaga dari Jeneponto, begitupun dari Pangkep yang jaga Maros,” jelasnya.

Selain pengetatan di perbatasan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat penginapan di kawasan wisata, seperti di Malino Kecamatan Tinggimoncong.

“Kita akan buatkan surat edaran besok dan kita akan sampaikan kepada semua pengelo hotel-hotel dan vila-vila yang ada di Malino bahwa kapasitasnya hanya boleh 50 persen saja. Misalnya kapasitas kamarnya 100, maka yang boleh diisi lima puluh saja,” ungkapnya.

Dirinya pun mengajak peran seluruh masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan. Apalagi saat ini ada varian baru Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan.

“Jangan lengah, jangan terpancing dengan situasi yang ada sekarang ini bahwa sudah melandai, sehingga prokes diabaikan, kita berharap semua masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi menegaskan, pelarangan mudik tahun ini yang dilakukan pemerintah pusat karena melihat kasus Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir.

Selain itu, kata Budi Karya Sumadi pengalaman tahun sebelumnya selama ada libur panjang, kasus Covid-19 di Indonesia hampir selalu bertambah secara signifikan.

“Pandemi ini belum berakhir. Kendati terjadi penurunan kasus Covid-19, namun dari data Satgas Covid-19 menunjukkan jumlah yang sangat besar,” tegasnya. (Rhany)

Tinggalkan Balasan