0%
logo header
Kamis, 11 Agustus 2022 18:21

Kaum Perempuan di Gowa Diajak Lawan Radikalisme dan Terorisme

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina saat membuka kegiatan Perempuan Teladan Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian, Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (11/08/2022). (Dok. Humas Gowa)
Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina saat membuka kegiatan Perempuan Teladan Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian, Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (11/08/2022). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA —  Seluruh perempuan dewasa di Kabupaten Gowa diminta untuk mampu membawa pesan-pesan perdamaian di tengah-tengah masyarakat. Di mana menjadi agen yang membantu membawa pesan perdamaian dengan melawan paham radikalisme dan terorisme.

Hal ini diharapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina saat membuka kegiatan Perempuan Teladan Optimis dan Produktif (TOP) Viralkan Perdamaian, Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme. Kegiatan yang berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa ini dilaksanakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Selatan (FKPT).

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme khususnya di Kabupaten Gowa dengan pelibatan masyarakat terutama kaum perempuan.

Baca Juga : Bupati Gowa Nilai Sensus Ekonomi Bantu Pemerintah Susun Kebijakan yang Akurat

“Radikalisme dan terorisme adalah fenomena yang menjadi fokus negara-negara di dunia. Radikalisme dan terorisme ini adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan,” kata Kamsina.

Radikalisme dan terorisme memiliki dampak yang sangat berbahaya karena dapat mengancam eksistensi serta kedaulatan bangsa dan negara. Selain itu, radikalisme dan terorisme tidak melihat level status seseorang, orang tua atau anak-anak. Sebab hampir seluruh profesi, kelompok dan status telah dimasuki, termasuk saat ini pada kelompok milenial.

Olehnya, perlu kerjasama dari semua pihak untuk memerangi paham ini. Sementara tugas memerangi terorisme dan radikalisme bukan hanya tanggungjawab BNPT dan pemerintah saja, tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Termasuk kaum perempuan juga harus terlibat dalam memerangi paham ini.

Baca Juga : Rintis Rumah Koran di Dataran Tinggi, Jamaluddin Kantongi Penghargaan Kalpataru 2026

“Kita harus bergotong royong atau bekerja bersama untuk melawan radikalisme dan terorisme ini.  Kita sebagai masyarakat adalah ujung tombak dan pemerintah harus banyak membuat berbagai forum penyadaran radikalisme dan terorisme,” harapnya.

Sementara itu, Kasubdit Asia Fasifik dan Afrika Direktorat Kerja Sama Bilateral, Deputi Kerjasama Internasional, Kolonel Sus Harianto juga mengatakan bahwa radikalisme dan terorisme merupakan kejahatan yang sangat luar biasa dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya, dampak terorisme tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan pada harta benda, tetapi juga dapat merusak stabilitas dan ketahanan negara dalam sisi ekonomi, keamanan, ketahanan, sosial budaya dan aspek-aspek lainnya.

Baca Juga : Seminar Budaya di Museum Balla Lompoa, Dorong Kecintaan Generasi Muda Terhadap Kearifan Lokal

“Terorisme menjadi ancaman bagi peradaban modern dan merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia yang tidak memandang suku, ras, agama dan bangsa,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentengi masyarakat terutama lingkungan keluarga dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme. Dalam lingkungan keluarga seorang perempuan atau ibu dapat menjadi partner dialog bagi anak-anak dan suaminya dalam berbagai hal, seperti keagamaan dan kebangsaan.

“Perempuan diharapkan menjadi filter awal dan pendeteksi awal dari setiap kejanggalan yang ditemukan dalam keluarga masing-masing. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama di dalam masyarakat kita” tambahnya. (*)

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646