0%
logo header
Selasa, 08 September 2020 13:28

Kerugian Negara Proyek RS Batua Makassar Diprediksi Bertambah

Kondisi bangunan RS Batua Makassar. Foto (istimewa)
Kondisi bangunan RS Batua Makassar. Foto (istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyidik Tipikor Polda Sulsel, masih terus melakukan penyidikan dugaan korupsi pembanguanan RS Batua Makassar. Temuan BPK menunjukkan adanya kerugian negara sebesar Rp7 miliar rupiah, angka itu diprediksikan masih akan bertambah.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto menjelaskan jika saat ini pihaknya masih mendalami keterangan yang disampaikan para saksi kepada penyidik.

” Tim ahli bangunan juga sudah turun, kita tungu hasilnya seperti apa,” kata Kompol Rosyid Hartono. Selasa (8/9/2020)

Baca Juga : Pelabuhan MNP Makassar Diresmikan Jokowi, Bukti Negara Abaikan Hak Perempuan & Nelayan

Dia menambahkan, sebelumnya hasil temuan BPK menunjukkan adanya kerugian negara sebesar Rp7 miliar, dalam proyek pembangunan RS Batua Makassar itu, dan dprediksikan jumlah kerugian negara itu masih akan bertambah.

” Jumlah itu kemungkinan bertambah, makanya kita lihat nanti seperti apa hasil dari tim ahli dilapangan,” singkatnya.

Proyek pembangunan rumah sakit tipe C yang berlokasi di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar itu, dikerjakan PT Sultana Nugraha, dengan anggaran sebesar Rp29 miliar lebih, yang bersumber dari anggaran APBD Kota Makassar tahun 2018 melalui Dinas Kesehatan Kota Makassar. Namun hingga saat ini proyek tersebut terbengkalai.

Baca Juga : Wealth Xpo CIMB Niaga di Makassar, Nasabah Istimewa Belajar Pengelolaan dan Proteksi Keuangan

Dugaan penyimpangan juga mengemuka dalam kasus ini, terlihat dari kegagalan konstruksi sehingga proyek pembangunan puskesmas Batua Makassar itu terbengkalai. Sejauh ini polda Sulsel belum menetapkan tersangka. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646