0%
logo header
Rabu, 12 Januari 2022 16:48

Ketum PB PMII Disinyalir Libatkan Oknum Luar untuk Intimidasi Kader

Falihin
Editor : Falihin
Insiden yang terjadi d depan sekretariat PB PMII, Rabu (12/01/2022).
Insiden yang terjadi d depan sekretariat PB PMII, Rabu (12/01/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Rombongan kader PMII dari berbagai Cabang dan Koordinator Cabang se-Indonesia yang menduduki sekretariat PB PMII mengalami perlakuan intimidasi di sekretariat PB PMII, Rabu (12/01/2022) siang ini.

Pimpinan rombongan, Awal Madani menyatakan perlakuan intimidasi ini menjadi cacatan horonisk terkait problem internal di tubuh PMII yang tidak mampu diinventarisir oleh Ketua Umum (Ketum) PB PMII Abdullah Syukri.

“Sangat disayangkan Abe (baca: Abdullah Syukri) melibatkan oknum di luar PMII untuk menggertak mundur sahahat-sahabat yang sedang berwakaf waktu dan tenaga di Jakarta. Sementara kami di sini datang untuk mempertahankan legal standing organisasi yaitu aturan konstitusi perwujudan rasa sadar nilai-nilai NDP,” ungkap Awal melalui rilis pers yang diterima Republiknews.co.id, Rabu (12/01/2022).

Baca Juga : Kades Lasori Paparkan Keunggulan Desanya di Hadapan Tim Penilai Lomdeskel Sultra

“Ada yang memang mengatasnamakan senior PMII yang membawa orang luar yang notabenenya bukan kader PMII masuk ke sekretariat PB PMII melakukan intimidasi, bahkan yang disayangkan, ada salah satu dari rombongan mereka yang menggertak wanita dimana wanita itu adalah Ketua PKC PMII Maluku,” sambung Awal.

Aspirasi yang diinginkan PKC dan PC yang saat ini menduduki sekretariat PB PMII saat ini, kata Awal merupakan perkara pengusulan SK PKC dan PC yang sampai hari ini belum diakomodir oleh PB PMII pimpinan Abdullah Syukri.

“Bukan hanya soal SK, tetapi juga banyak pelanggaran-pelanggaran lainnya yang dilakukan PB PMII pimpinan Abe ini. Ia berani menabrak konstitusi dalam mengambil keputusan organisasi. Jadi wajar jika kami bersuara,” terangnya.

Baca Juga : Desa Lasori Ikut Lomdeskel Tingkat Provinsi, Sekda Buteng Sampaikan Komitmen Membangun Dari Desa

Menurutnya apa yang mereka suarakan saat ini bukan hanya sebatas saran, melainkan kewajiban untuk menertibkan roda organisasi sesuai konstitusi yang berlaku.

“Tapi sayang Abe ini tak pernah sekalipun menemui kami selama sebulan di sini,” kesalnya.

“Dan, yang pasti ini sangat mencoreng nama baik organisasi, dimana kita saksikan bersama bahwa Ketua Umum sudah tidak lagi menjaga marwah organisasi kita ini, suatu kewajiban untuk menegakkan kembali aturan PMII,” tutup Awal. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646