0%
logo header
Sabtu, 07 Maret 2026 05:26

Kinerja Industri Perbankan Nasional Terjaga dan Tumbuh Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi aktivitas perbankan. (Dok. Internet/ndmobile.com)
Ilustrasi aktivitas perbankan. (Dok. Internet/ndmobile.com)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kinerja intermediasi perbankan nasional mengalami pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang terjaga.

Hal ini tercermin pada capaian industri perbankan di Januari 2026 yang mencatatkan pertumbuhan pada setiap indikatornya. Mulai dari dari penyaluran kredit hingga penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh positif.

“Pada Januari 2026, kami melihat bahwa penyaluran kredit tumbuh sebesar 9,96 persen yoy atau Rp8.557 triliun. Capaian ini meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen,” terang Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, dalam pernyataan resminya, kemarin.

Baca Juga : OJK Dorong Industri BPR Lebih Sehat dan Berdaya Saing

Ia mengungkapkan, berdasarkan jenis penggunaannya didominasi pada penyaluran kredit investasi yang tumbuh 22,38 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,58 persen, dan kredit modal kerja dengan capaian 4,13 persen.

“Sementara jika dilihat pada kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07 persen. Sementara, jika ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43 persen yoy,” ungkapnya.

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,32 persen. Per Januari 2026, baki debit kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 20,15 persen yoy menjadi Rp27,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,23 juta.

Baca Juga : Digelar di Sidrap, Yamaha Cup Race 2026 Seri I Satukan Konsep Hiburan dan Promo

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 9,01 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,49 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun. Adapun pertumbuhan pada giro-nya mencapai 19,75 persen, menyusul deposito 12,61 persen, dan tabungan 8,27 persen secara yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) tumbuh 121,23 persen dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tumbuh 27,54 persen dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 197,92 persen.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646