REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas dan trampil dalam menggunakan produk keuangan. Pihaknya secara massif melaksanakan program edukasi keuangan dengan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Sepanjang 2022, OJK telah menggagas atau melaksanakan program edukasi keuangan sebanyak 1.897 kegiatan. Dalam kegiatan tersebur berhasil menyasar 9,1 juta orang peserta yang terdiri dari berbagai kalangan dengan sistem secara tatap muka (offline), maupun daring (online) melalui Learning Management System (LMS) dan media sosial.
“Pengetahuan keuangan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Tujuannya agar mereka bisa meminimalisir risiko akibat produk dari jasa keuangan yang dimanfaatkan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Media Rilisnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Sambut Ramadan, Kakanwil Kemenkumham Sulsel Ajak Jajaran Jalankan Ibadah Dengan Khusyuk
Selain itu, aplikasi edukasi keuangan “Sikapi Uangmu” telah memublikasikan konten edukasi keuangan sebanyak 404 konten. Sikapi Uangmu merupakan saluran media komunikasi berupa minisite dan aplikasi yang khusus menginformasikan konten terkait edukasi keuangan kepada masyarakat secara digital.
“Total konten yang dipublikasikan lewat aplikasi tersebut berhasil mengajak jumlah pengunjung sebanyak 2,2 juta viewers,” sebutnya.
Kegiatan edukasi lainnya yang dilaksanakan antara lain, program Gebyar Safari Ramadhan, kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It), Pekan Investor Dunia, serta serangkaian kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sakinah).
Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Lakukan Penghijauan Lahan Kritis di Kawasan Hutan Produksi
Sementara di sisi peningkatan inklusi keuangan, program Bulan Inklusi Keuangan di
Oktober 2022 telah berhasil mencatatkan pencapaian pembukaan rekening sebanyak 7 juta rekening per akun produk lembaga jasa keuangan (LJK).
Tak hanya itu, OJK juga terus mengoptimalkan peran 482 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang tersebar di 34 provinsi, dan 448 kabupaten dan kota sepanjang 2022. TPAKD juga telah melaksanakan 1.360 program kerja, antara lain, program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang telah menjangkau 984 ribu debitur dengan nilai penyaluran Rp25,6 triliun, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang menjangkau 52,4 juta rekening dengan total nominal Rp29,2 triliun, program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SIMUDA) dengan total 584 ribu rekening dengan nilai nominal Rp1,8 triliun, dan program business matching lainnya.
Lanjut Mahendra, di 2023 ini OJK akan terus mencermati perkembangan perekonomian dan sektor keuangan, terutama terkait dampak berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia, implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), serta dimulainya tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di 2024 mendatang.
Baca Juga : Liberti Sitinjak Lantik 12 Pejabat Administrasi dan 25 Fungsional di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Sulsel
“OJK akan mempersiapkan respon kebijakan yang terukur dan tepat waktu untuk merespon perkembangan isu-isu strategis tersebut,” teangnya.
Dengan berbagai langkah kebijakan yang diambil dan didukung dengan sinergi OJK bersama para pemangku kepentingan terkait serta perkembangan yang baik di 2022
yang baru dilewati. Pihaknya optimis sektor jasa keuangan mampu berdaya dalam menghadapi tantangan ke depan dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan tetap terjaga sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.