REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan masih menunjukkan peran strategis dalam menopang perekonomian daerah.
Hingga posisi Maret 2026, porsi kredit UMKM tercatat sebesar 36,17 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan atau mencapai Rp61,80 triliun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan, kredit UMKM masih menjadi salah satu fokus utama dalam penyaluran pembiayaan perbankan karena perannya yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada posisi Maret 2026, penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan mencapai Rp61,80 triliun atau sebesar 36,17 persen dari total kredit perbankan.
Baca Juga : Satpol PP Gowa Diminta Jaga Keamanan Daerah dari Geng Motor dan Peredaran Narkoba
“Nilai tersebut tumbuh 0,33 persen secara tahunan atau year on year (yoy), yang menunjukkan bahwa sektor UMKM tetap menjadi salah satu fokus utama dalam penyaluran kredit perbankan,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Menurutnya, keberlanjutan penyaluran kredit kepada UMKM menjadi faktor penting karena sektor ini berkontribusi besar sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta penopang aktivitas usaha masyarakat. Selain itu, kondisinya mencerminkan bahwa meskipun pertumbuhan kredit UMKM relatif moderat, penyalurannya tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan berbagai tantangan usaha yang dihadapi pelaku UMKM.
“Hal ini menunjukkan komitmen industri perbankan dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha masyarakat,” katanya.
Baca Juga : Dalami Sejarah Kerajaan Gowa, Pelajar SMPN Ikut Kajian Koleksi Museum Balla Lompoa
Berdasarkan skala usaha, kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh segmen usaha mikro dengan pangsa sebesar 56,88 persen. Selanjutnya, segmen usaha kecil memiliki pangsa 28,41 persen, sementara usaha menengah sebesar 14,71 persen.
Muchlasin menilai dominasi kredit pada segmen mikro mengindikasikan tingginya kebutuhan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Besarnya porsi kredit pada usaha mikro menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan di sektor ini masih sangat tinggi. Pelaku usaha mikro memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya.
Baca Juga : BPR dan BPRS Dinilai Perkuat Akses Pembiayaan Bagi Pelaku UMKM
Secara keseluruhan, hingga Maret 2026 kredit UMKM di Sulawesi Selatan telah disalurkan kepada 904.255 debitur. Jumlah tersebut mencerminkan luasnya jangkauan layanan perbankan kepada pelaku UMKM dan menjadi indikator kuat bahwa sektor ini tetap menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kami berharap dukungan pembiayaan kepada UMKM terus diperkuat melalui sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya sehingga mampu meningkatkan daya saing serta kapasitas usaha pelaku UMKM di Sulawesi Selatan,” harap Muchlasin.
