REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menghadapi kendala dalam pengembangan pertanian yang dapat mendukung Ibu Kota Negara (IKN) di provinsi tersebut. Sekretaris Camat Samboja Barat, Budiman, menyampaikan bahwa kurangnya sistem drainase menjadi hambatan utama.
Budiman menyatakan dukungannya terhadap program validasi data pertanian yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kukar. Dia menekankan pentingnya program tersebut untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian di kecamatan Samboja Barat, baik dari sisi APBD maupun pemerintah pusat.
“Samboja Barat merupakan destinasi IKN, dan kami berusaha mendukung program ketahanan pangan untuk IKN,” ujar Budiman pada Jumat (03/11/2023).
Baca Juga : 17 Alasan Rakyat Kutai Kartanegara Kembali Pilih Edi Damansyah-Rendi Solihin
Wilayah Samboja Barat dengan luas sekitar 60 ribu hektare, memiliki sekitar 40 persen lahan pertanian. Komoditas unggulan termasuk padi, jagung, kedelai, dan sayuran. Namun, kurangnya drainase telah menjadi kendala utama, menyebabkan petani bergantung pada hujan untuk memulai pertanian.
“Kami tidak bisa menanam selama musim kemarau karena kurangnya drainase untuk pengairan persawahan. Bantuan dari pemerintah pusat atau daerah sangat diharapkan untuk membangun saluran irigasi yang meningkatkan produktivitas pertanian,” tambahnya.
Budiman berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah untuk membangun sistem drainase yang memadai di Samboja Barat, yang dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani setempat. (ADV/Diskominfo Kukar)
