REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat secara konsisten mendorong pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan edukatif.
Kegiatan ini pun salah satunya difokuskan melalui pelibatan generasi muda atau siswa-siswi di berbagai tingkatan jenjang pendidikan. Kali ini Disparbud Gowa menggelar Seminar Budaya yang diselenggarakan di Museum Balla Lompoa.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri siswa-siswi dari sekolah menengah atas (SMA) antara lain, SMAN 10 Gowa, SMK Handayani, dan SMA Handayani.
Baca Juga : Fokus Bangun UMKM dan Ekonomi Kerakyatan, Kosgoro 1957 Sulsel Konsolidasi hingga Desa
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan sejarah, nilai-nilai budaya, serta warisan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Gowa. Apalagi Museum Balla Lompoa ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian sejarah Kerajaan Gowa sehingga sangat tepat untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda,” terang Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, A. Ingga Arfandi, dalam keterangannya, kemarin.
Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan yang harus dikenang, melainkan identitas yang harus dipahami dan dijaga keberlangsungannya oleh setiap generasi. Melalui pemahaman yang baik terhadap budaya lokal, para pelajar diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya serta menjadi agen pelestari budaya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Jika generasi muda memahami sejarah dan budayanya, maka mereka akan memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, seminar seperti ini menjadi sarana edukasi yang sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga : Lewat Santunan, Heriwawan Hadir Jaga Asa dan Semangat Anak Panti Asuhan di Bulukumba
Ia pun menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh siswa yang terlibat. Keterlibatannya menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya. Apalagi, generasi muda saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga eksistensi nilai-nilai tradisional agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Kami harap ini menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah bangsa,” tegasnya.
Selain itu, pada keberadaan Museum Balla Lompoa ini pun diharapkan terus menjadi ruang edukasi yang inspiratif bagi pelajar dalam mengenal, memahami, dan menjaga kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Gowa untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
