REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi kembali mencatatkan capaian penting dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Kali ini pihaknya berhasil melaksanakan sinkronisasi unit kedua Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling berkapasitas 5 MW pada Kamis, 23 Juli 2026 pukul 08.14 WITA.
Sebelumnya, unit pertama berkapasitas 5 MW telah berhasil sinkron dengan sistem kelistrikan PLN pada pekan lalu, sehingga keseluruhan pembangkit berkapasitas 2×5 MW kini telah berhasil memasuki tahapan sinkronisasi.
Pada proses sinkronisasi, pembangkit berhasil memasok daya awal sebesar 1,25 MW atau 25 persen kapasitas ke sistem kelistrikan PLN. Selanjutnya, pada pukul 09.43 WITA, pembangkit berhasil menyelesaikan load test hingga mencapai 100% kapasitas atau 5 M.
Hal ini menandai keberhasilan pengujian performa unit sesuai tahapan komisioning sebelum memasuki operasi komersial.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni penyelesaian energisasi (energize) infrastruktur penyambungan berupa kubikel 20 kV Unit 1 dan Unit 2 serta jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 52 kilometer (Km) yang menjadi jalur interkoneksi PLTM Salu Noling dengan sistem kelistrikan PLN.
Baca Juga : Gema Sound System LAZ Hadji Kalla Kembali Beri Bantuan 90 Masjid dan 30 Pesantren
General Manager PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, keberhasilan sinkronisasi kedua unit PLTM Salu Noling merupakan milestone penting dalam percepatan penyediaan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi Selatan.
“Keberhasilan sinkronisasi kedua unit PLTM Salu Noling merupakan bukti komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan,” katanya, dalam keterangannya, kemarin.
Setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan infrastruktur penyambungan, kini pembangkit telah mampu menghasilkan listrik dan terhubung dengan sistem PLN sebagai bagian dari tahapan menuju operasi komersial.
Baca Juga : RUPSLB Indosat Perpanjang Jabatan Vikram Sinha Sebagai Presiden Direktur dan CEO
Aditya menambahkan bahwa tambahan pasokan listrik sebesar 10 MW dari PLTM Salu Noling akan semakin memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sekaligus meningkatkan bauran energi bersih nasional.
Pembangunan PLTM Salu Noling tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga mempertegas komitmen PLN dalam menggerakkan kedaulatan energi melalui optimalisasi potensi energi domestik yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Sejalan dengan transformasi PLN 3.0, kami terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan yang mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan, dan ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Baca Juga : Nilainya Capai Rp5,26 Triliun, DPRD Makassar dan Pemkot Resmi Sahkan APBD Perubahan 2026
Selanjutnya, PLN bersama Pengembang akan menyelesaikan rangkaian pengujian dan evaluasi performa pembangkit sesuai ketentuan sebelum PLTM Salu Noling resmi beroperasi secara komersial.
Kehadiran pembangkit berbasis energi air ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.
