0%
logo header
Sabtu, 15 November 2025 15:29

Loa Kulu Perkuat Pembangunan Desa Lewat Pelatihan Data Spasial

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Pelatihan Kemampuan Aparatur Desa di Loa Kulu. [IST]
Pelatihan Kemampuan Aparatur Desa di Loa Kulu. [IST]

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR – Kecamatan Loa Kulu terus mendorong pembangunan desa yang lebih presisi melalui pelatihan data spasial yang digelar di Aula Bappeda Kutai Kartanegara, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini membekali aparatur desa dengan kemampuan teknis berbasis pemetaan wilayah agar penyusunan program lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan desa se-Kecamatan Loa Kulu. Peserta mendapatkan materi mulai dari pemetaan lokasi, pengambilan data lapangan, analisis spasial, hingga integrasi data untuk kebutuhan perencanaan pembangunan.

Plt. Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata, menyebutkan bahwa pengelolaan data spasial memberi desa kemampuan untuk membaca kebutuhan wilayah secara detail.

Baca Juga : Gotong Royong di Tengah Hujan, Drainase Jalan Tani TMMD Selayar Terus Dikebut

“Dengan data yang akurat, kebijakan desa bisa lebih terukur dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Data Desa Presisi (DDP) yang digagas Pemkab Kutai Kartanegara. DDP menekankan penyediaan basis data kuat agar perencanaan pembangunan tidak lagi berbasis perkiraan, tetapi analisis faktual di lapangan.

Menurut Khairuddinata, Loa Kulu sebagai kecamatan yang terus berkembang membutuhkan perencanaan yang matang.

Baca Juga : Dandim 1415 Selayar Paparkan Capaian TMMD ke-128 di Hadapan Tim Wasev TNI

“Kemampuan desa dalam memanfaatkan data spasial menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif, merata, dan sesuai kondisi wilayah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menambahkan bahwa pelatihan ini memperkuat sinergi antara desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten.

“Sinergi berbasis teknologi membuat perencanaan lebih profesional dan hasilnya bisa langsung dirasakan warga,” katanya.

Baca Juga : Hari ke-20 TMMD Selayar, Progres Jalan Tani Capai 80 Persen

Selain meningkatkan kapasitas aparatur, pelatihan ini juga mendorong terbentuknya budaya kerja berbasis data. Keputusan desa diharapkan dapat diambil lebih akurat dan cepat, sekaligus meminimalkan kesalahan dalam menentukan prioritas pembangunan.

Pemanfaatan data spasial juga membuka peluang inovasi, seperti pengelolaan sumber daya alam, perencanaan infrastruktur, hingga mitigasi risiko bencana berbasis peta dan informasi wilayah yang valid.

Dengan pelatihan ini, Kecamatan Loa Kulu berharap seluruh desa mampu merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar pembangunan berjalan efisien, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Baca Juga : Di Balik Rehab Rumah, TMMD Buka Potensi Wisata Kahu-Kahu

“Teknologi dan data adalah fondasi masa depan pembangunan desa. Kami ingin setiap desa di Loa Kulu menjadi contoh perencanaan yang cerdas dan inovatif,” tutup Khairuddinata.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646