0%
logo header
Minggu, 13 Maret 2022 19:57

Mengenal Chromebook Menggunakan Sistem Operasi Selain Windows Pada Laptop

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Istimewa.
Istimewa.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan untuk bekerja, belajar ataupun bermain game saat ini tidak terlepas dari sebuah laptop.

Perkembangan jaman menjawab bahwa kebutuhan laptop sebagai komputer yang mudah dibawa-bawa memudahkan seseorang untuk mobile menggunakan dari mana saja. Kini muncul Chromebook yang  berbeda dengan laptop biasa menggunakan Chrome OS yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 2011.

Chromebook dan laptop biasa memiliki bentuk fisik yang sama, sehingga wajar saja apabila sebagian orang mungkin sulit membedakan antara keduanya.

Chromebook juga memiliki keyboard fisik, web kamera, layar, dan sebagainya. Perbedaan baru akan terasa ketika digunakan. Perbedaan utama Chromebook dan laptop biasa ada di sistem operasi (OS). Di pasaran, laptop biasa lebih banyak ditemukan menggunakan sistem operasi Windows atau Linux. Sementara Chromebook, menggunakan sistem operasi ChromeOS buatan Google. Lantas, apa perbedaan lainnya?

Chromebook bisa dibilang lebih “minimalis” dibanding laptop biasa. Perangkat tersebut dirancang agar bisa berjalan maksimal dengan segala macam aplikasi Google, seperti Google Meet, Gmail, Google Drive Google Suite, dan lainnya. Chromebook sejatinya memang dirancang untuk mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Internet. Pasalnya, perangkat ini mengandalkan ekosistem cloud milik Google.

Artinya, pengguna bisa menggunakan seperti Google Docs, Slides, Sheets, dan Drawing sebagai pengganti Microsoft Office. Chromebook juga memiliki toko aplikasi Google Play Store.

Pengguna Chromebook bisa menginstal berbagai aplikasi Android yang kompatibel melalui toko aplikasi ini. Selain itu, ada juga dukungan native Chromecast, fitur Chrome Device Management yang memungkinkan banyak perangkat Chromebook dikontrol dari satu server, serta sistem keamanan Chromebook yang diklaim mumpuni.

Hal lain yang membedakan Chromebook dengan laptop biasa adalah kebutuhan koneksi internet. Pada awal perilisan, Chromebook harus selalu terhubung dengan internet selama digunakan. Hal ini akan cukup merepotkan jika Chromebook digunakan di area dengan jaringan internet yang buruk atau bahkan tidak ada.

Namun, Google perlahan memperbaiki kelemahan ini. Beberapa aplikasi mulai bisa digunakan lewat Chromebook, termasuk jika sedang dalam keadaan tidak terkoneksi internet.

Aplikasi itu seperti Netflix, YouTube, dan Spotify. Salah satu hal yang membuat Chromebook harus terus terkoneksi internet adalah alokasi penyimpanan yang digunakan. Berbeda dengan laptop biasa, Chromebook lebih banyak mengandalkan penyimpanan berbasis cloud (komputasi awan), bukan penyimpanan lokal di dalam perangkat. Sehingga perangkat Chromebook tidak memerlukan kapasitas penyimpanan internal yang besar. Namun, untuk menyimpan dokumen di cloud, dibutuhkan koneksi internet.

Bagi pengguna laptop biasa, ketiadaan koneksi internet terkadang bukan masalah besar jika memang pekerjaan bisa dilakukan secara luring, seperti mengetik dokumen atau membuat file presentasi. Apabila lebih sering menggunakan komputer untuk aktivitas yang tidak memerlukan koneksi internet, atau kerap berada di wilayah dengan koneksi internet terbatas, sebaiknya pertimbangkan kembali penggunaan Chromebook.

Berbicara tentang spesifikasi, Chromebook umumnya memiliki spesifikasi yang lebih rendah daripada laptop biasa, karena memang ditujukan untuk pemakaian ringan seperti bekerja, belajar, dan hiburan. Chromebook kurang maksimal jika digunakan untuk menjalankan pekerjaan file berkapasitas besar seperti mengedit video.

Namun, jika hanya untuk mengedit foto atau video secara dasar, Chromebook masih mampu melakoninya.

Selain harga chromebook yang murah, Chrome OS ini diyakini akan menjadi sistem operasi masa depan.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646