0%
logo header
Kamis, 05 November 2026 17:48

Mengenal Fuji, Sosok yang Mendampingi Wamen P2MI di IFL Total Politik

Rizal
Editor : Rizal
Wamen P2MI sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla (kiri) bersama dengan Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia, Fuji Abdul Rohman. (Foto: Istimewa)
Wamen P2MI sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla (kiri) bersama dengan Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia, Fuji Abdul Rohman. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Wajah baru menjadi sorotan dalam acara Indonesia Future Leader (IFL) #2 yang diselenggarakan Total Politik. Tampak sosok muda yang berwibawa dan energik mendampingi Wamen P2MI, sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Sosok itu adalah Fuji Abdul Rohman, Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia. Ia merupakan tokoh pemuda yang aktif mendedikasikan pemikiran, waktu serta tenaganya untuk pembangunan bangsa, penguatan kepemimpinan pemuda dan agenda-agenda sosial kemasyarakatan.

Fuji lahir di Nagarakembang, 16 Juli 1989 dan memiliki kepakaran bidang Hukum. Ia pernah mengenyam pendidikan Ilmu Hukum (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada rentang waktu 2009-2014, Magister Ilmu Hukum (S2) di Universitas Trisakti pada 2021-2023.

Baca Juga : Harumkan Nama Sulsel, Syafira Aulia Ramadhani Borong Dua Penghargaan di Ajang Trend Model Indonesia 2026

Saat ini, Fuji sedang menempuh program doktoral Ilmu Hukum di Universitas Tarumanegara dengan fokus kajian distrupsi legislasi perundang-undangan pada dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kiprah dan rekam jejak profesionalnya terbentang luas dalam ruang publik dan kelembagaan negara. Ia saat ini sebagai Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia (2024-sekarang).

Sebelumnya pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024. Selain itu sebagai Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum Jasa Tirta I, perusahaan pelat merah yang bergerak dalam bidang perairan.

Baca Juga : OJK: Inovasi Aset Keuangan Digital Syariah Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Jiwa kepemimpinan dan komitmen sosial, serta kebangsaan tumbuh matang melalui jejaring organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang kuat melalui Muhammadiyah.

Fuji mengawali kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat. Setelah itu, melanjutkan organisasi kepemudaan sebagai Bendahara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (2014-2018). Di Muhammadiyah menjadi Anggota Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah (2022-2027).

Selain itu, Fuji juga aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional), Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), serta Sekretaris Jenderal PB PERBASASI (Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia) periode 2026-2030.

Baca Juga : Bupati Gowa: Pramuka Harus Perkuat Pembentukan Karakter Generasi Muda

Kepakarannya dalam bidang hukum, perjuangan kesetaraan, hak asasi dan nilai-nilai kemanusiaan melalui program pelatihan. Ia mengikuti program Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) ke-34 di LBH Jakarta (2013). Selanjutnya program Youth Camp-APIYN Religions for Peace (2017) dari berbagai lintas negara di benua Asia.

Adapun mottonya adalah “Hidup Hanya Sekali, Hiduplah Berarti”. Fuji konsisten menjadikan setiap nafas pergerakan dan fase sendi-sendi kehidupan, baik dalam akademik, pengabdian sosial maupun penugasan profesional sebagai ikhtiar nyata untuk pematangan diri dan memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya bagi umat, masyarakat dan bangsa.

Di sisi lain, Dzulfikar menyampaikan bahwa soal kebangsaan, Muhammadiyah telah teruji komitmennya dalam membangun bangsa dan negara. Muhammadiyah selalu mengajak segenap elemen bangsa untuk merawat Indonesia.

Baca Juga : Pencegahan Perkawinan Anak di Gowa Didorong Lewat Penguatan Keluarga dan Kader

Hal itu sebagaimana pesan persatuan yang bakal disuarakan Muhammadiyah pada Tanwir Muhammadiyah dengan tema “Bersama Satukan Bangsa” di Palu pada 13-15 November 2026 mendatang.

Sejalan dengan itu, Fuji  mengungkapkan bahwa semangat persatuan harus menjadi jati diri bangsa, karena merupakan ruh ke tiga dalam Pancasila, yaitu persatuan Indonesia.

“Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah telah menuntun kita membela negara, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, serta kewajiban untuk menjaga Indonesia dan memperkokoh persatuan Indonesia,” tegas Fuji.

Baca Juga : Pencegahan Perkawinan Anak di Gowa Didorong Lewat Penguatan Keluarga dan Kader

Dalam berbagai kesempatan, Dzulfikar sendiri senantiasa menekankan pentingnya Intelektualisme di tubuh gerakan pemuda. Ia mengungkapkan bahwa dengan intelektual arah gerakan menjadi terarah, misi menjadi jelas, tujuan dapat tercapai. Intelektualisme menjadi  keniscayaan sebuah gerakan.

Fuji memiliki semangat yang sama dengan Dzulfikar, bahwa intelektual harus terus ditumbuhkan pada tubuh gerakan kepemudaan. Forum Indonesia Future Leader yang digagas Total Politik ini adalah salah satu wujud merawat ruang intelektual di ruang publik. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646