0%
logo header
Rabu, 04 November 2026 19:30

Pencegahan Perkawinan Anak di Gowa Didorong Lewat Penguatan Keluarga dan Kader

Chaerani
Editor : Chaerani
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah saat menghadiri Sosialisasi CEPAK dan Sosialisasi PAAREDI yang diselenggarakan Pokja I TP PKK Gowa, di Hotel Horison Ultima Makassar, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah saat menghadiri Sosialisasi CEPAK dan Sosialisasi PAAREDI yang diselenggarakan Pokja I TP PKK Gowa, di Hotel Horison Ultima Makassar, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sebagai bentuk komitmen, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa dalam menekan dan mencegah perkawinan anak di wilayahnya dilakukan melalui penguatan peran keluarga dan kader.

Bahkan dalam hal ini keterlibatan seluruh kader PKK, mulai di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan agar menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan perkawinan usia anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah menegaskan, perkawinan anak merupakan persoalan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda, terutama dari aspek kesehatan, pendidikan, dan kesiapan mental.

Baca Juga : Kepastian Hukum Aset Makin Kokoh, PLN UIP Sulawesi Amankan 44 Sertifikat Tanah di Sultra

“Ketika sebuah ikatan pernikahan dipaksakan terjadi di usia anak, di mana organ reproduksi belum siap dan kondisi psikologis masih labil, maka yang kita pertaruhkan adalah masa depan anak-anak kita,” ujarnya, saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak (CEPAK) dan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang diselenggarakan Pokja I TP PKK Gowa, di Hotel Horison Ultima Makassar, kemarin.

Ia menjelaskan, perkawinan anak dan stunting memiliki keterkaitan erat. Anak yang menikah pada usia dini berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kondisi kurang gizi maupun stunting akibat ketidaksiapan fisik dan kesehatan ibu.

Sehingga, upaya mencegah perkawinan anak juga merupakan langkah penting dalam menyelamatkan generasi masa depan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Baca Juga : Festival Musik Tradisi Indonesia: Merawat Musik Tradisi atau Merayakan Inovasi?

“Memerangi perkawinan anak sama artinya dengan menyelamatkan generasi masa depan. Karena itu, kita harus bersama-sama mengambil peran dalam mencegah praktik ini,” terangnya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk memaksimalkan peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan.

“Pernikahan itu harus siap, bukan sekadar cepat. Berikan ruang bagi anak-anak kita untuk menuntaskan wajib belajar mereka dan mengejar cita-citanya,” tambahnya.

Baca Juga : Hujan Mulai Turun di Poso, PLN Terus Upayakan Pemulihan Pasokan Listrik

Sementara, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis menambahkan, pentingnya penguatan pola asuh orang tua di era digital serta pencegahan perkawinan usia anak melalui edukasi yang melibatkan kader PKK hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Menurutnya, perkawinan anak masih menjadi perhatian bersama karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, psikologis, sosial, serta masa depan anak.

“Oleh karena itu, melalui Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa, dilaksanakan kegiatan sosialisasi PAREDI dan CEPAK sebagai bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas keluarga, melindungi anak, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga : Tanggapi Keluhan Tagihan Listrik, PLN Tegaskan Komitmen Jaga Transparansi

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong peningkatan peran orang tua dalam upaya pencegahan perkawinan anak serta memperkuat peran dan tugas kader PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami berharap, melalui kegiatan tersebut, para kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pola asuh yang tepat serta perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini,” tambahnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646