REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Keberadaan Kampung Zakat Pa’lumbang, di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat diharapkan dapat menjadi percontohan dan program unggulan daerah melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Hal ini ditegaskan Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat menghadiri Launching Kampung Zakat Pa’lumbang.
Menurutnya, penunjukan Desa Bontomanai sebagai Kampung Zakat memiliki makna penting sekaligus menjadi peluang bagi Kabupaten Gowa untuk menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Baca Juga : OJK Catat 4 Tantangan Besar Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah
“Dengan penetapan desa ini sebagai Kampung Zakat, maka seluruh pihak harus serius mengawal dan memaksimalkan program tersebut. Ini jangan sebatas serimonial saja, tetapi menjadi program unggulan yang membanggakan daerah maupun Kementerian Agama,” katanya, Senin, (02/11/2026).
Ia menjelaskan, Kampung Zakat tidak boleh dimaknai sekadar sebagai tempat penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima zakat. Lebih dari itu, program ini harus mampu menciptakan perputaran ekonomi dan mendorong perubahan kondisi masyarakat dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki).
“Kami ingin masyarakat yang hari ini menerima zakat, ke depan bisa menjadi orang yang memberikan zakat, bahkan membantu masyarakat di kampung-kampung sekitarnya,” jelasnya.
Baca Juga : SYAFIF OJK Dinilai Jadi Kolaborasi Strategis Perkuat Sektor Keuangan Syariah
Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mendukung penuh keberlanjutan program tersebut melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga amil zakat, Kementerian Agama, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
Termasuk bagaimana berbagai program dan bantuan dari masing-masing lembaga perlu disinkronkan agar tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga, seluruh dukungan tersebut harus memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi. Dari 12 Kampung Zakat yang ada di Sulawesi Selatan, kita berharap Gowa bisa menjadi salah satu yang paling menonjol melalui keberhasilan program dan dampaknya bagi masyarakat,” harap Daramwangsyah.
Baca Juga : Jadikan Produk Bernilai Jual Lebih, PLN UIP Sulawesi Bawa Pelaku UMKM Paotere Naik Kelas
Sementara, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abd Gafur mengatakan program Kampung Zakat diharapkan mampu memastikan penyaluran zakat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini konsentrasinya bagaimana memastikan distribusi zakat, infaq dan sedekah tepat sasaran, sekaligus mendorong untuk berzakat melalui lembaga yang formal,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan hingga 3 persen.
Baca Juga : Hargai Ikhtiar Merangkul Pesantren, Tamsil Linrung Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Sukoharjo
“Mudah-mudahan melalui gerakan zakat ini, angka kemiskinan dapat dikurangi secara bertahap,” harapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid menyebutkan, Kampung Zakat Pa’lumbang merupakan Kampung Zakat ke-12 yang diluncurkan di Sulawesi Selatan sejak program tersebut dimulai pada 2019.
“Kedepan kami minta setiap kabupaten/kota dapat memiliki Kampung Zakat sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, karena program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan ekonomi, tetapi juga mencakup pendampingan kewirausahaan, penguatan kehidupan keagamaan, dan sosial kemasyarakatan,” kayanya.
Baca Juga : Hargai Ikhtiar Merangkul Pesantren, Tamsil Linrung Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Sukoharjo
Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan mendapatkan pendampingan kewirausahaan serta dukungan modal usaha yang dikelola bersama. Sinergi berbagai lembaga zakat juga diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan yang telah dirancang.
“Kami berterima kasih karena launching hari ini mendapat dukungan luar biasa dari pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini menjadi kekuatan penting agar Kampung Zakat dapat memberikan perubahan nyata,” jelasnya.
