0%
logo header
Senin, 03 Agustus 2026 10:29

Menjelang HUT RI: Dari Batui PLN UIP Sulawesi Tumbuhkan Semangat Kemandirian Petani Kopi

Chaerani
Editor : Chaerani
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha bersama Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Moh. Fadly Hi Umar saat menikmati hasil kopi racikannya. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha bersama Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Moh. Fadly Hi Umar saat menikmati hasil kopi racikannya. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BATUI — Udara pagi di Desa Kayoa, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih terasa sejuk ketika aroma kopi mulai menyeruak dari kebun-kebun yang membentang di bawah jalur transmisi 150 kilovolt (kV).

Di kawasan inilah, secangkir kopi tak lagi sekadar hasil panen petani, tetapi telah menjelma menjadi simbol tumbuhnya kemandirian masyarakat.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, semangat berdikari itu semakin terasa melalui pendampingan yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi kepada Kelompok Tani Kopi Batui Oishii. Pada Selasa, 28 Juli 2026 lalu, PLN kembali menyerahkan bantuan dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Elektrifikasi Agrikultur dan Pelatihan Hilirisasi Hasil Pertanian sebagai bagian dari tahap akhir pendampingan yang telah berlangsung sejak 2024.

Baca Juga : Capai 8.000 Pengunjung, KKS x DIGIFEST 2026 BI Sulsel Bukukan Transaksi Rp1,35 Miliar

Selama tiga tahun terakhir, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membangun rantai usaha kopi secara utuh. Memasuki fase kemandirian atau exit strategy pada 2026, intervensi diarahkan untuk memperkuat proses hilirisasi agar kelompok tani mampu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan.

Bantuan yang diserahkan meliputi dukungan pembelian bahan baku buah kopi atau cherry, pembangunan bak perendaman kopi, pengadaan mesin espresso, mesin penggiling kopi, hingga perlengkapan barista. Tak hanya itu, anggota kelompok juga mendapatkan pelatihan penyangraian dan penyajian kopi sehingga memiliki keterampilan baru yang mendukung pengembangan usaha mereka.

Bagi Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Moh. Fadly Hi Umar mengaku, perjalanan bersama PLN bukan sekadar menerima bantuan, melainkan proses panjang membangun mimpi bersama.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Bantu Peralatan Produksi ke Pelaku Usaha Mebel di Pohuwato

“Sejak awal kami merintis usaha ini bersama PLN. Dukungan tahun ini melengkapi rantai produksi kami sehingga kopi yang dihasilkan dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi. Dampaknya mulai terlihat, termasuk semakin banyak warga Batui yang tertarik bergabung dan berkembang bersama kelompok,” ujar Fadly.

Perubahan itu juga dirasakan pemerintah setempat. Sekretaris Kecamatan Batui, Ambodalle US Dg. Manessa, menilai pendampingan yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun telah membuka peluang baru bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang telah dilaksanakan PLN selama tiga tahun berturut-turut. Program ini memberikan keterampilan baru, membuka peluang kerja, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Batui,” ungkapnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha didampingi Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Moh. Fadly Hi Umar saat menikmati biji kopi sebelum menjadi sebuah kopi terbaik. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

Baca Juga : DM Ajak Kapolresta Gowa Jaga Suasana Daerah Lebih Kondusif

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pendampingan dirancang agar kelompok tani mampu berdiri di atas kaki sendiri. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pada tahap akhir program ini, kami ingin memastikan Kelompok Tani Kopi Batui Oishii memiliki sarana dan keterampilan yang cukup untuk melanjutkan serta mengembangkan usahanya secara mandiri. Keberhasilan program TJSL tidak hanya dilihat dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk berdikari, memperluas pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Aditya.

Ia menambahkan, semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat tersebut sejalan dengan makna peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui program TJSL, PLN UIP Sulawesi ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya menghadirkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi potensi ekonomi lokal.

Baca Juga : BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center

Di Batui, perjalanan kopi kini tidak lagi berhenti di kebun. Dari buah yang dipetik petani, diolah, disangrai, hingga akhirnya tersaji dalam secangkir kopi, tersimpan kisah tentang gotong royong, pemberdayaan, dan harapan akan masa depan yang lebih mandiri.

Menjelang HUT ke-81 RI, kisah dari lereng Batui menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat tumbuh dari desa, melalui tangan-tangan petani yang terus berupaya menciptakan nilai dan kesejahteraan bagi komunitasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646