0%
logo header
Sabtu, 11 Mei 2024 14:32

Merayakan Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal di Festival Cenil 2024

M. Imran Syam
Editor : M. Imran Syam
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, keliling melihat stand Festival Cenil. (Istimewa)
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, keliling melihat stand Festival Cenil. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA — Aroma singkong yang khas menyeruak di Lapangan Kantor Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, Sabtu (11/05/2024). Ribuan warga tumpah ruah merayakan Festival Cenil, sebuah perayaan unik yang telah menjadi tradisi tahunan di desa ini.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inisiatif masyarakat Kota Bangun III dalam melestarikan kearifan lokal dan mengembangkan potensi ekonomi desa.

“Festival ini adalah bukti nyata bahwa ketahanan pangan dan kearifan lokal dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi,” kata Edi Damansyah.

Baca Juga : Upacara Harkitnas ke-116 di Kukar, Bupati Edi Gelorakan Semangat Kebangsaan

Edi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan UMKM di desa-desa. Berbagai program telah digulirkan, mulai dari pelatihan, bantuan permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.

“Saya harap dari bantuan itu, masyarakat dapat memaksimalkannya dan bisa meningkatkan ekonomi di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Namun, festival ini bukan sekadar pesta rakyat biasa. Di balik kemeriahannya, tersimpan makna mendalam tentang ketahanan pangan dan kearifan lokal. Cenil, jajanan tradisional berbahan dasar singkong, menjadi simbol perjuangan masyarakat transmigran yang berhasil mengolah potensi alam menjadi sumber penghidupan.

Baca Juga : Ribuan Warga Kukar Larut dalam Shalawat, Festival Islami Sukses Digelar

“Singkong adalah penyelamat kami di masa-masa sulit. Dulu, saat pertama kali datang ke sini, singkong adalah satu-satunya tanaman yang bisa tumbuh subur di tanah ini,” ungkap Lilik Hendrawanto, Kepala Desa Kota Bangun III.

Kini, singkong bukan hanya sumber pangan, tapi juga menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan. Beragam produk olahan singkong, mulai dari cenil, keripik, hingga es krim, menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal.

Festival Cenil menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku UMKM di desa ini. Mereka berlomba-lomba menyajikan produk terbaiknya, mulai dari yang tradisional hingga yang inovatif. Tak hanya itu, festival ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, dan mempererat tali silaturahmi.

Baca Juga : 76 Dari 193 Desa di Kukar Masuk Katagori Mandiri, Bupati Edi Beri Apresiasi

Festival Cenil Kota Bangun III bukan sekadar perayaan, tapi juga refleksi perjalanan panjang sebuah komunitas dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan. Kearifan lokal yang dipadukan dengan inovasi dan semangat gotong royong, menjadi kunci keberhasilan mereka. (ADV/Prokom Kukar)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646