REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf memantau langsung kinerja program Cegah Stunting Dengan Daun Kelor (Casting Drakor) yang digagas TP PKK Kecamatan Biringbulu dalam upaya intervensi stunting.
Pemantauan ini dilakukan di sela-sela kunjungan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kabupaten.
Mussadiyah mengatakan, Tim SMEP TP PKK Kabupaten Gowa turun untuk membina TP PKK beserta kader yang ada di kecamatan dan mengingatkan untuk selalu bertanya jika ada hal-hal yang kurang dimengerti atau dipahami.
Baca Juga : Tirzepatide Resmi Berizin di Indonesia, BPOM Pastikan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Terapi
“Melalui kegiatan ini, kita akan menilai sejauh mana pencapaian target dan sasaran yang ditetapkan, mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi serta mencari solusi yang tepat untuk perbaikan di masa yang akan datang,” ujarnya, di sela-sela kunjungan, kemarin.
Lanjutnya, Tim SMEP TP PKK juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK. Baik di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan, maupun para kader yang telah bekerja keras demi peningkatan kinerja.
“Apresiasi juga dihaturkan kepada camat, kepala desa dan lurah yang telah mendukung program-program PKK selama ini,” ujarnya.
Baca Juga : OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Tindak Pidana BPR DCN
Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan Biringbulu Nuryana Natsir mengatakan, program ini digagas dalam rangka mendukung program pemerintah pusat pada pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di desa.
“Jika kita mengoptimalkan peran maka pelaksanaan intervensi serentak dalam pencegahan stunting dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Ia mengaku, inovasi Casting Drakor bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memperkenalkan daun kelor sebagai sumber nutrisi yang murah dan mudah diperoleh bagi masyarakat.
“Kami harapkan masyarakat dapat memahami pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta dapat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber nutrisi yang murah dan mudah diperoleh,” terangnya.
Lebih jauh, Nuryana menjelaskan, program ini dibentuk juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Jadi selain mengedukasi kami mengajarkan masyarakat cara memanfaatkan daun kelor sebagai sumber nutrisi yang sehat dan bergizi,” terangnya.
Baca Juga : Dinakhodai Jumaidil, Pengurus JMSI Luwu Timur Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
Diketahui, semenjak adanya inovasi ini jumlah stunting pada bayi dan anak-anak di wilayah Kecamatan Biringbulu turun sebanyak 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah program ini dianggap berhasil dalam mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun tetap diperlukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan program ini,” katanya.
Tak hanya itu, dengan adanya edukasi dan inovasi tersebut terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan masyarakat tentang daun kelor sebagai sumber nutrisi yang murah dan bergizi.
Baca Juga : Dinakhodai Jumaidil, Pengurus JMSI Luwu Timur Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
“Terdapat peningkatan dalam penggunaan daun kelor sebagai bahan makanan sehari-hari di wilayah kami, seperti dalam pembuatan puding kelor dan MP-ASI berbahan dasar daun Kelor,” ujarnya.
