0%
logo header
Senin, 04 Desember 2023 07:59

Nelayan Berterima Kasih Hadirnya Break Water Pemecah Ombak

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, saat melakukan peninjauan ke PPI Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (03/12/2023). (Istimewa)
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, saat melakukan peninjauan ke PPI Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (03/12/2023). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, TAKALAR — Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (03/12/2023).

Ia melihat kondisi infrastruktur di sana serta berdialog dengan nelayan yang ada, untuk mengetahui persoalan yang dihadapi oleh mereka. Serta berbagai program dan bantuan yang telah diberikan.

Di awal pertemuan, Pj Gubernur Bahtiar meminta agar nelayan tetap menjaga laut, dengan menangkap ikan yang ramah lingkungan, termasuk tidak menggunakan bom atau merusak terumbu karang.

Baca Juga : Jelang Pemungutan Suara, Pj Gubernur Sulsel Pantau Kesiapan Pemilu di Bawaslu dan KPU

“Kalau tangkap ikan jangan pakai bom ikan, kasihan juga terumbu karangnya lama tumbuhnya,” pesan Bahtiar.

Ia pun dalam programnya sebagai Pj Gubernur, akan membuat rumah ikan berupa terumbu karang buatan. Sehingga nelayan tidak terlalu jauh mencari ikan ke tengah laut, terutama yang tidak punya kapal.

“Kami buat terumbu karang dan membuat rumpon dalam dan dangkal, Takalar menjadi prioritas,” ungkapnya.

Baca Juga : Pj Gubernur dan Pj Ketua PKK Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Presiden Jokowi untuk Warga Bone

Ketua kelompok nelayan setempat, Saharuddin, berharap dengan kedatangan gubernur, nelayan Takalar semakin diperhatikan.

“Mudah-mudahan ke depannya nelayan bisa lebih diperhatikan,” harap Saharuddin.

Salah seorang nelayan yang ditemui, Sattar Daeng Maja menyampaikan terkait ketersediaan es balok yang digunakan, dibeli Rp14 ribu untuk melaut yang bisa bertahan hingga 25 hari. Sedangkan sekali melaut, memakai biaya Rp25 juta.

Baca Juga : Dari Desa ke Desa, Pj Gubernur Sulsel Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Fasilitas KUR

“Itu satu kali rate (pulang-pergi). Kalau sudah di atasnya, sudah perkiraan Rp30-35 juta hasilnya kita sudah pulang. Sekali melaut 20 hari,” ungkapnya.

Hal lainnya, Pemprov sudah berupaya melalui Dana Alokasi Khusus untuk membuat breakwater untuk daerah ini. Ini berfungsi untuk pemecah gelombang, digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan untuk menenangkan gelombang di pelabuhan.

“Kami selaku masyarakat pesisir yang tinggal di Beba mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kadis karena kami dibuatkan tanggul, break water. Dengan adanya itu kapal kami akan aman untuk berlabuh. Sekali lagi terima kasih atas kedatangannya di Beba,” ucap nelayan lainnya, Daeng Nompo.

Baca Juga : Diresmikan Pj Gubernur Sulsel, Bulukumba Miliki Gedung Perkantoran Terbaik di Indonesia

Adapun break water ini, untuk tahap pertama sudah selesai 300 meter lebih. Untuk tahap kedua telah ada anggarannya dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muh Ilyas, menyatakan, hadirnya PPI Beba sangat penting.

“PPI Beba secara strategi ekonomi itu cukup penting bagi Takalar dan Makassar yang dekat dari sini,” imbuhnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646