REPUBLIKNEWS.CO.ID, BOMBANA — Satu orang nelayan yang terseret arus di sekitar perairan Pulau Malangke Desa Masaloka Timur Kecamatan Masaloka Raya Kabupaten Bombana, Sultra, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (07/10/2020).
Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi melalui menyampaikan Humas Basarnas Kendari mengatakan bahwa Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 300 meter dari LKK oleh Tim Sar Gabungan.
“Koban ditemukan pukul 11.50 Wita,” ucapnya singkat melalui group WhatsApp Basarnas Kendari.
Baca Juga : OJK Bersama Komdigi dan Industri Perbankan Perkuat Pemberantasan Scam dan Judol
Ia menuturkan bahwa korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserah terimakan kepada pihak keluarga.
Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa dengan ditemukannya korban tersebut, maka operasi Sar terhadap nelayan yang terseret arus disekitar perairan Malangke Desa Masaloka Timur dinyatakan selesai dan ditutup.
“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kesatuannya masing-masing,” pungkasnya.
Baca Juga : 90 Siswa-siswi Dari Gowa akan Belajar di Sekolah Rakyat Terpadu
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi Sar gabungan ini yaitu :
1. Rescuer Pos Sar Kolaka
2. Penyelam Basarnas Kendari
Baca Juga : 112 Siswa SD Islam Athirah Makassar Ikut MPSL, Diajak Kenal Budaya dan Lingkungan Belajar
3. Personil Polair Bombana
4. Personil Pos AL Bombana
5. BPBD Bombana
Baca Juga : Euforia Piala Dunia di Gowa, Kodim 1409 Siapkan 14 Titik Nobar Semifinal Spanyol vs Prancis
6. Sar USN Kolaka
7. Club Diving Bombana
8. Nelayan sekitar
Baca Juga : Euforia Piala Dunia di Gowa, Kodim 1409 Siapkan 14 Titik Nobar Semifinal Spanyol vs Prancis
9. Keluarga Korban (Akbar Tanjung)
