November 2021, Pemkab Gowa Kembali Terima Ratusan Sapi Perah Dari Kementrian Pertanian

  • Bagikan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa akan kembali menerima ratusan sapi perah oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sapi perah yang didatangkan dalam program pengembangan sapi perah ini ditargetkan tiba pada November 2021 mendatang.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agus Sunanto mengatakan, rencananya Kementan akan mendatangkan 200 ekor sapi perah ke Desa Tonasa dan Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, yang merupakan titik pengembangan sapi perah di Kabupaten Gowa.

“Harapan kita sapi perah 200 ekor sudah sampai di Kabupaten Gowa. Sementara untuk hijauannya atau untuk pakannya harapannya minggu depan sudah mulai tanam karena bibitnya sudah siap,” katanya, Minggu (12/09/2021).

Apalagi berdasarkan peninjauan yang dilakukan sebelumnya lahan untuk kandang maupun hijauan pakan di dua desa tersebut sudah siap. Olehnya, bagi yang belum selesai diharapkan bisa segera diselesaikan.

“Kalau hasil peninjauan lokasi kadang sudah oke, kemudian lokasi hijauan juga sudah oke, tidak masalah dan mudah-mudahan minggu depan sudah mulai dikerjakan terkait dengan yang hijauan, kandang, dan lain sebagainya sudah diselesaikan,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap program ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik di Kabupaten Gowa, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dari segi pekerjaan dan penghasilan.

Sementara, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden Sintong HMT Hutasoit mengatakan, ratusan sapi yang akan didatangkan adalah dengan jenis Friesian Holstein (FH) dari Australia. Sapi jenis FH ini dinilai mampu menghasilkan susu 20 hingga 25 liter per hari.

“Tahun ini kita harapkan ternak, kandang dan lahannya bisa dilaksanakan sehingga 2022 nanti APBD bisa membantu pengembangan selanjutnya, sehingga kita harapkan Kabupaten Gowa ini bisa menjadi sumber sapi perah dan susu,” ujarnya.

Selain itu, agar program ini bisa berjalan dengan baik, para peternak nantinya akan mengikuti pelatihan pengolahan sapi perah. Mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan susu hingga pengembangbiakan yang akan dilakukan di BBPTUHPT Baturraden.

Pelatih tersebut perlu, sebab beternak sapi perah berbeda dengan sapi potong sehingga dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk menghasilkan susu yang berkualitas.

Dirinya berharap program ini berjalan dengan baik sehingga akan menambah kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gowa. Apalagi program ini bukan hanya berdampak bagi pendapatan masyarakat, tetapi juga bagi pengembangan pariwisata.

“Harapannya bukan hanya di pemerintah daerah tapi nanti bisa dikembangkan di masyarakat sekitar. Khususnya di Kota Malino yang agroklimat yang sangat baik untuk pertumbuhan sapi FH ini. Jadi harapannya nanti masyarakat di sini bukan hanya mengenal sapi potong tapi sapi perah juga,” terangnya. (Rhy)

  • Bagikan