REPUBLIKNEWS.CO.ID, SULBAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menggelar Edukasi Keuangan bagi mahasiswa di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kabupaten Majene.
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPP) Karakter Unsulbar diikuti oleh 150 civitas akademika dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dalam pertemuan tersebut para mahasiswa diberikan pemahaman terkait pengelolaan keuangan pribadi, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin menegaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda atau mahasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan cakap finansial.
Baca Juga : Kuasa Hukum Tegaskan Sengketa Lahan Pasar Pagi Tambora Inkrah
Selain itu, edukasi keuangan yang diberikan di jenjang perguruan tinggi akan membantu generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
“Pemahaman keuangan yang baik merupakan bekal penting bagi generasi muda atau mahasiswa dalam merencanakan masa depan. Selain mampu mengelola keuangan secara bijak, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas keuangan di era digital,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Ia menilai, pentingnya edukasi keuangan bagi mahasiswa sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang menunjukkan tingkat literasi keuangan kelompok pelajar hingga mahasiswa mencapai 61,76 persen. Angka ini meningkat dibandingkan pada periode 2024 sebesar 56,42 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah kelompok yang sama juga meningkat dari 30,17 persen pada 2024 menjadi 40,49 persen pada 2025.
Baca Juga : Bawa Tujuh Sapta Mulia, Kota Makassar Pamer Inovasi Unggulan di APEKSI 2026
“Data tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman keuangan generasi muda. Hanya saja, upaya edukasi yang berkelanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam penggunaan produk dan layanan jasa keuangan,” katanya.
Ia mengungkapkan, program edukasi OJK Sulselbar yang dilaksanakan di Sulawesi Barat sejak 9 hingga 11 Juni 2026 menjangkau tiga kabupaten. Antara lain, Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Majene.
Sementara dari kegiatan tersebut menjangkau tiga kelompok pelajar. Mulai dari jenjang siswa-siswi di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga perguruan tinggi.
Baca Juga : Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Buton Tengah Temui Jajaran Kemendikdasmen
Kegiatan ini pun diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang semakin melek keuangan, memiliki budaya menabung yang kuat, bijak dalam bertransaksi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan akses terhadap produk serta layanan jasa keuangan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam membangun budaya keuangan yang sehat, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” harap Muchlasin.
