OPINI: Ketika Ponsel Lebih Pintar Dari Manusia

  • Bagikan

Oleh: Arman Sine (Kader PMII Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, — Realitas sosial budaya masyarakat dewasa ini adalah masyarakat yang ditopang oleh sarana teknlogi informasi terutama Handphone (Ponsel Pintar). Hampir mudah ditemukan pada berbagai lapisan masyarakat yang menggunakan alat komunikasi ini, kalangan muda, tua, bahkan sampai pada kalangan anak kecil menggunkan ponsel pintar. Berbagai aktifitas atau kebutuhan masyarakat modern seperti saat ini sudah dipengaruhi oleh penggunaan ponsel pintar.

Pada ponsel pintar dapat ditemukan berbagai fitur yang menarik. Aplikasi media sosial yang mempermudah komunikasi, game online yang banyak dimintai kaum muda, situs yang menyediakan jasa jual beli barang, bahkan sampai mencari ojekpun bisa melalui ponsel pintar. Semua fitur itupun sangat mudah di unduh sehingga memudahkan masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan itu.

Semua kemudahan itu, jangan dianggap tidak mempunyai sama sekali dampak negatif pada masyarakat. Secara langsung maupun tidak langsung dampak negatif itu sangatlah dirasakan baik individu maupun langsung menyasar sistem sosial masyarakat. Dari sebuah perilaku individu yang merembat pada hal negatif pada masyarakat secara umum. Phubbing adalah bagian konsekuensi logis dari penggunaan fitur di media sosial yang tindakannya dilakukan secara individu tapi mempunyai implikasi pada ruang sosial masyarakat seperti interaksi masyarakat.

Apa itu Phubbing? Phubbing adalah istilah sibuk main Handpohe sendiri dan mengabaikan orang di hadapan atau di sekitar kita, itulah yang disebut dengan phubbing. Istilah ini, sejauh pengamatan saya (penulis) masih tidak familiar didengar dikalangan masrakat walau istilah ini sudah di temukan pada tahun 2012 lalu.

Istilah phubbing ini muncul karena sudah menjadi fenomena di masyarakat modern yang sangat umum terus dilakukan pada masyarakat. Kerena fenomena itu sehingga mendorong ahli bahasa, sosiolog dan budayawan untuk berkumpul untuk membahas membahasa fenomena ini, tepatnya di Australia (Sidney University). Hasil pertemuan merumuskan sebuah kosah kata baru dalam bahasa Inggris yang disebut Phubbing untuk menyebut fenomena sibuk main handphone.

Phubbing ini sangatlah mudah di jumpai, dikalah ada reuni yang telah direncanakan jauh hari disuatu tempat akan tetapi sibuk dengan handphonenya masing-masing pas bertemu, makan di warung masih tetapi melihat hanphonenya dan tidak memperdulikan keadaan sekitar, mahasiswa nongkrong diwarkop seharusnya berdiskusi tentang kondisi masyarakat tetapi masih sibuk dengan main game dan melupakan orang sekitarnya. Semua itu menurut Baudrilard, fungsi utama pada suatu objek-objek bukanlah pada kegunaan atau manfaatnya, melainkan lebih pada fungsi nilai tanda atau nilai simbol dari objek tersebut. (Medhy A Hidayat, 2012:61).

Kalau merujuk pada pemikran Baudrilard, penggunaan handphone sekarang sudah tidak melihat asas manfaat dari handphone tetapi sudah menjadi tren atau gaya hidup tersendiri dimasyarakat modern dan sudah terkonstruksi dalam diri masyarakat pada umumnya, harus disadari bahwa media informasi yang dilihat di handphone juga, ada yang disebut simulacra (simulasi) dalam bahasa Baudrilard yang bisa menciptkan karakter diri yang konsumtif. Juga, dari dunia simulasi ini pula membentuk kesadaran yang disebut dengan hiperealitas atau kesadaran palsu sehingga kesadaran kita sengaja di arahkan untuk hal-hal kapitalistik

Jadi, kita seharusnya menjauhi fenomena phubbing, janganlah kita sibuk dengan handphone kita yang hanya bangunan artifisial yang menurut hemat saya membuang-buang waktu. Jika dalam suatu keadaan dimana kita berada ruang sosial seharusnya manfaatkan itu untuk saling beriteaksi satu sama lain. Dalam keadaan berktifitaspun mari lakukan aktifitas kita dengan baik.

Bagi para ibu-ibu apa bila dalam keadaan menemani anak-anaknya matikanlah notofikasi handaphonenya agara bisa fokus pada anaknya, bagi para mahasiswa fokuslah dengan diskusi bermafaat membahas masalah yang dihadapi oleh masyarakat (Ingat kalian adalah agen perubahan yang baik bukan berubah kehal yang tidak baik) jangan biarkan handphone yang dipakai menjauhkan kita pada lingkungan kita yang nyata.
Manfaatkalah handphone anda sebaik mungkin dan sesuai dengan kebutuhan kita. Gunakan handphone untuk alat komunikasi untuk bisa mendekatkan yang jauh dengan informasi yang kita berikan, bukan menjauhkan yang dekat. Karena sejatinya jika kita menggunkana handphone dengan baik akan pula berdampak baik. Jangan jadikan handpone anda yang akan membentuk anda sebagai karakter yang anti sosial karena phubbing ini secara sederhana dapat dikatakan pula sebagai tindakan anti sosial.
Marilah kita benahi diri dengan menjadi teladan bagi orang lain dan generasi ini. Bukan berhenti memakai handphone tapi kurangi phubbing dan hargai orang-orang di sekitar kita karena dalam agama apapun menganjurkan kita untuk saling bersilaturhim dan saling mengenal dalam perbedaan yang ada dalam realits sosial. Terkhusus dalam Islam, silatruahmi dapat memperpanjang umur kita dan juga ngan sampai Handphone menjauhkan kita dari Tuhan kita karena sudah malas beribadah. Janganlah kita menjadi bagian orang-orang yang tergolong Phubber (orang yang selalu melakukan phubbing)

  • Bagikan