OPINI: Mahasiswa Generasi Kerupuk

  • Bagikan

Oleh: Acank Saliwu (Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, — Generasi merupakan tonggak perubahan disetiap sendi sendi kehidupan yang meliputih seluruh lapisan sosial. Mendengar kata generasi tak asing bagi kita untuk memprediksikan sebagai agen perubahan,aktif dalam mengemban pengetahuan untuk melakukan suatu perombakan yang signifikan pada dimensi kehidupan dalam mencapai kemerdekaan, keadilan dan kesejahteraan sosial.

Mahasiswa adalah generasi harapan bangsa. Menilik sejarah bangsa dan negara generasi tercatat sebagai agen perubahan peka akan soal soal kehidupan dan melahirkan gerakan gerakan harapan akan keadilan sosial.

Mengingat pernyataan proklamator bangsa, Soekarno perna mengatakan berikan aku sepuluh pemuda untuk mengguncangkan dunia. Kata kata proklamator kerap kali terbesit di jiwa pemuda sebagai generasi harapan bangsa.

Entah mengapa melihat wajah pemuda dewasa kali ini, seakan terjerat oleh sebuah problem semangat revolusi seperti apa yang di katakan oleh proklamator bangsa. Sayap sayap kapitalisme telah berhasil mengemas budaya kerupuk (game) yang menjadi kan generasi Gandrung konsumsi game.

Masyarakat menjerit pemodal dan penguasa tersenyum atas kerja sama mereka yang mengina bobokan semangat generasi yang dikemas dengan sedemikian rupa oleh pemodal dan penguasa. Budaya game dan lainya telah menjadi hantu yang membalik semangat generasi dari revolusi kearah generasi kerupuk. Generasi ke rupak telah menjadi habitus (kebiasaan) baru. Habitus ala moderen telah mengacak acak mental generasi hingga mereka takut dan tunduk pada realitas sosial yang setiap harinya terlihat semacam kematian dalam kehidupan.

Generasi kerupak adalah suatu gambaran generasi yang mengalami suatu penyakit mental yang di sebabkan oleh perkembangan global diwarnai berbagai jenis permainan yang tidak mengedukasi atau tidak progresif. Di lain sisinya penyakit generasi kerupuk di sebabkan oleh tiktok. Di mana generasi diajak menari alah seribu gaya di hadapan handphone (HP) hanya untuk menarik perhatian agar mendapat sanjungan yang melangit dan cengeng.

Melihat konsumeris generasi kerupuk membuatku geli dan marah. Permainan ingusan yang dikemas dengan model baru yang tidak merubah substansi sebagai kesenangan tak pelak bagiku menjadi habitus generasi mahasiswa diera global ini. Pikiran seakan mati melihat realitas sehingga terpenjara pada kebiasaan anak ingusan.

Harapan saya sebagai penulis yang resah akan generasi kerupuk alah milenial. Untuk menyadari dan menumbuhkan semangat belajar tentang pentingnya pengetahuan serta menyampaikan visi kemanusiaanya disetiap perkembangan zaman.

Sehingga dengan demikian bangsa dan negara akan menjadi rumah generasi cerdas yang akan menuntas habis generasi kerupuk dengan membangun suatu diskursus pentingnya pengetahuan yang tidak hanya menjadi generasi konsumsi.

Akan tetapi melahirkan generasi yang kaya akan karya cipta kreatif dan mengembalikan peran generasi sebagaimana yang di katakan oleh proklamator bangsa yang visioner.

  • Bagikan