REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Pandemi Covid-19 belum juga beranjak dari Indonesia. Dari pusat informasi Covid-19, terhitung per tanggal 9 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia menjadi 203.342 kasus dengan 145.200 sembuh dan 8.336 meninggal dunia.
Di Kabupaten Bone, Sulawesi selatan sendiri per tanggal 8 September 2020 pasien yang terkonfirmasi positif covid sebanyak 101 kasus, dengan 56 sembuh dan 45 kasus sementara menjalani perawatan, berdasarkan sumber bone.go.id.
Akan tetapi, polemik Covid terus menuai kritikan terkait tertutupnya informasi soal pasien positif covid di Kabupaten Bone. Seperti yang terjadi di kantor BPJS kesehatan Bone.
Samsul (nama samaran) kepada republiknews.co.id mengatakan kecewa dengan pimpinan BPJS Kesehatan Bone, karena diketahui ada satu pegawai BPJS Kesehatan bone yang positif Covid-19 dan satu reaktif Covid-19, tetapi kantor BPJS tetap melakukan pelayanan.
“Ada satu pegawai perempuan BPJS yang positif Corona dan satu lagi laki-laki yang reaktif corona. sudah ada seerti itu tapi ini pimpinan seolah-olah menutupi fakta dan tetap menginstruksikan pegawainya untuk masuk kerja. Kasihan pegawai dan masyarakat, apalagi BPJS kesehatan ini pelayanan. Seharusnya kantor di sterilkan dulu”, ujarnya, Rabu (09/09/2020).
Samsul juga menambahkan bahwa pihak kantor pusat baru menginstruksikan penutupan jika penyebaran antar pegawai sudah tidak terkendali.
“Alasan kantor pusat itu ndak masuk akal sekali, itupi na instruksikan penutupan kantor kalau penyebaran antar pegawai sudah tidak terkendali katanya. Baru kondisi meja antar pegawai mepet karena kantornya memang sempit. Kalau untuk pelayanan pasti ada solusi lain, bukan malah mengorbankan pegawai dan masyarakat umum”, ujarnya kesal.
Dikonfirmasi melalui telepon seluler mengenai hal tersebut, Kepala Cabang BPJS kabupaten Bone Arif Budiman mengatakan bahwa betul ada pegawainya yang positif covid dan reaktif.
“iya betul, ada pegawai BPJS Bone yg positif. Itu didapat dari keluarganya yang positif di Makassar, karena curiga akhirnya dia inisiatif sendiri ikut swab tes dan hasilnya positif. Setelah itu seluruh pegawai di tes rapid dan ada satu yang reaktif”, ujarnya.
Lanjut mengenai protes tentang kantor BPJS yang tidak ditutup sementara, Arif menanggapi bahwa peraturan kantornya tidak seperti itu.
“Peraturan kami dari pusat tidak bisa langsung menutup kantor. Penutupan kemarin hanya dilakukan pada hari sabtu minggu pada saat libur kantor untuk dilakukan disinfektan kantor sekalian pegawai juga dilakukan tes rapid”, ujarnya.
“Pegawai kami yang positif pun sekarang sudah negatif setelah menjalani WFH. Adapun yang reaktif berdasarkan hasil rapid ,kami lakukan tes swab dan hasilnya negatif”, tambahnya. (Andi Sinar)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
