0%
logo header
Selasa, 17 Mei 2022 17:01

Pekan Film V20 Diharap Promosikan Nilai-nilai Budaya Indonesia

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Co-sherpa V20 Alissa Wahid saat memaparkan program CARNIVAL V20 melalui pres confrene lewat virtual, Selasa (17/05/2022). (SC. Chaerani/Republiknews.co.id)
Co-sherpa V20 Alissa Wahid saat memaparkan program CARNIVAL V20 melalui pres confrene lewat virtual, Selasa (17/05/2022). (SC. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pekan Film V20 dilahirkan sebagai ajang promosi dalam memperkenalkan kekuatan dan keutamaan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan Values 20 atau V20 yang merupakan komunitas global yang menyokong G20 melalui program CreAtivity and InspiRatioN In VALues atau CARNIVAL V20 2022.

Co-sherpa V20 Alissa Wahid mengatakan, program ini merupakan upaya gotong-royong untuk menghasilkan data mengenai nilai-nilai yang kita yakini secara personal, yang sekarang terasa hidup di tengah masyarakat, dan yang diharapkan tumbuh untuk mendorong Indonesia maju.

Baca Juga : Gandeng BRIN, Muhammad Fauzi Bekali Guru SMA Lutra Soal Penulisan Ilmiah

“Nilai, penting untuk terus dihidupkan pada diri maupun masyarakat agar tercipta suasana harmonis, tidak akan ada lagi isu SARA dan HAM di masyarakat kita. Kita harus kembalikan semangat gotong royong, demokrasi serta keberagaman, karena bangsa kita ini bangsa yang memiliki banyak keragaman suku dan budaya,” katanya dalam pernyataannya melalui pres Conference, Selasa (17/05/2022).

Menurutnya, pesan penting apapun akan lebih mudah diserap melalui media film. Sebab film dinilai merupakan media komunikasi ampuh terhadap massa sasarannya.

“Karena sifatnya yang audio visual, film mampu bercerita banyak hal dalam waktu singkat,” kata Alissa.

Baca Juga : Dihadapan Mahasiswa UIN, Rudianto Lallo Singgung Peran dan Fungsi Mahasiswa

Advisory Board V20 Arsjad Rasjid mengatakan, lewat CARNIVAL V20 ini akan mengantarkan berbagai acara yang disiapkan Nenilai melalui berbagai side even untuk menyongsong Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) V20 pada 20-21 Oktober 2022 di Bali.

Dimana lewat program ini akan menyajikan pemutaran film pendek Indonesia maupun Internasional pada Pekan Film V20 2022 yang berlangsung sejak 14 hingga 21 Mei 2022 mendatang.

“Di kegiatan ini akan mengangkat tema “Watch Party Short Movie Compilation”. Di mana akan diputar dua film pendek dari Indonesia serta dua film pendek internasional,” katanya.

Baca Juga : Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo Sebut Perjuangan Shamsi Ali Sebarkan Islam Seperti Karaeng Matoayya

Ia mengaku, CARNIVAL V20 ini sekaligus menjadi salah satu agenda Nenilai sebagai tuan rumah V20 Tahun 2022 Indonesia. Nenilai adalah inisiatif bersama membangun Indonesia melalui survei identifikasi dan dialog bermakna tentang nilai-nilai penting bagi individu, komunitas, dan bangsa.

Selain pemutaran film pendek, program CARNAVAL V20 juga mempersembahkan performing arts serta sejumlah webinar. Melalui webinar-webinar ini akan mempromosikan keunggulan nilai-nilai masyarakat (values in society), ekonomi (values in economy, alam dan lingkungan (values in nature), serta kesejahteraan (values in wellbeing).

Arsjad Rasjid yang juga Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) menekankan empat nilai utama yang perlu diadopsi dunia bisnis saat ini untuk tetap relevan, unggul dan bersaing yakni, gotong royong, inovasi, sosial, lingkungan.

Baca Juga : Sosialisasi Perda Kepemudaan, Eric Horas Ajak Anak Muda Lebih Kreatif dan Produktif

“Di era industri 4.0, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan automasi,” sebutnya.

Lanjut ia, di samping itu, nilai sosial dan lingkungan juga sangat penting untuk dimiliki pelaku usaha. Pasalnya, bisnis masa kini tidak hanya berorientasi pada keuntungan atau profit semata, tetapi harus memiliki dampak sosial dan bagi masyarakat dan bertanggung jawab untuk mencegah kerusakan yang dihasilkan oleh kegiatan bisnis, termasuk memerangi laju perubahan iklim global.

“Tidak kalah penting, tentunya pelaku usaha tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi lintas sektor dalam upaya gotong royong menjadi penting perannya untuk memajukan usaha dan bahkan menggerakkan perekonomian di masyarakat sekitar,” terangnya.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646