0%
logo header
Rabu, 03 Juni 2026 15:33

Pemkab Barru dan Kodim Sosialisasikan Pembangunan Yonif TP, Warga Diajak Kedepankan Musyawarah

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Wabup Barru, Abustan A Bintang
Ket: Wabup Barru, Abustan A Bintang

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru bersama Kodim 1405/Parepare menggelar sosialisasi persiapan lahan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Anabanua itu dihadiri Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, unsur TNI-Polri, Kepala KPH Wilayah Barru, perwakilan BPN Kabupaten Barru, Camat Barru, Kepala Desa Anabanua, perangkat desa, kepala dusun, serta mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan program strategis yang memiliki dasar hukum yang jelas. Lokasi yang akan digunakan telah ditetapkan melalui surat keputusan pemerintah dan memiliki sertifikat resmi dengan luas sekitar 49,6 hektare.

Baca Juga : Bupati Barru Buka Peluang Kolaborasi dengan Kampus dan BRIN Kembangkan Potensi Daerah

Menurut Abustan, kehadiran batalyon tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Kami hadir untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Jika terdapat lahan yang telah ditanami atau dimanfaatkan warga, hal itu dapat dibicarakan dan dikoordinasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah menjaga komunikasi yang baik dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.

Abustan juga mengajak seluruh pihak untuk melakukan pendataan dan mempertemukan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lagolla yang berjumlah sekitar 120 orang guna mencari solusi terbaik terkait pengelolaan lahan yang terdampak pembangunan.

Baca Juga : Hadiri HBDI ke-118, Bupati Barru Dukung Senam Taichi Jadi Agenda Rutin Car Free Day

Ia berharap masyarakat dapat mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah yang diharapkan membawa manfaat, kemajuan, keamanan, dan kesejahteraan bagi Kabupaten Barru.

Sementara itu, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat menjelaskan bahwa Kabupaten Barru hingga saat ini belum memiliki batalyon sendiri dan masih berada dalam wilayah pembinaan Kodim 1405/Parepare.

Menurutnya, keberadaan Yonif TP sangat penting dalam memperkuat sistem pertahanan dan keamanan wilayah, mengingat posisi strategis Sulawesi Selatan yang berada di kawasan pesisir dan jalur penghubung antarwilayah.

Baca Juga : Sambut HBDI ke-118, Bupati Barru Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Lewat Senam Tai Chi

Selain menjalankan fungsi pertahanan, Yonif TP juga dirancang untuk mendukung pembangunan daerah. Para personel nantinya akan dibekali keterampilan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan sehingga dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Keberadaan Yonif TP di Barru tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Rencana personel yang akan ditempatkan sekitar 1.000 orang secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan satuan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Anabanua, Faharuddin, menyampaikan bahwa lahan di Dusun Banga-Bangae telah didata oleh instansi terkait sejak tahun 2017. Dalam perkembangannya, sebagian masyarakat memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam komoditas produktif seperti kakao dan kopi yang menjadi sumber penghidupan warga.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

Ia menjelaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya telah menyetujui rencana pemanfaatan lahan saat penetapan awal lokasi Yonif TP. Namun, perubahan batas kawasan pada peta terbaru menyebabkan sebagian area yang selama ini dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) masuk ke dalam lokasi yang direncanakan untuk pembangunan batalyon.

“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat diperoleh kejelasan mengenai status dan batas wilayah lahan, sekaligus solusi yang dapat diterima oleh semua pihak sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah bersama TNI berharap seluruh proses persiapan pembangunan Yonif TP dapat berjalan dengan baik melalui pendekatan dialog, keterbukaan informasi, dan musyawarah bersama masyarakat.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646