0%
logo header
Jumat, 22 Maret 2024 10:03

Pemkab Gowa Siapkan Langkah Intervensi Tangani Stunting dan Kemiskinan

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Bappeda Kabupaten Gowa Sujjadan. (Dok. Humas Gowa)
Kepala Bappeda Kabupaten Gowa Sujjadan. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa Sujjadan mengatakan, pemerintah daerah memiliki sejumlah langkah preventif hingga intervensi dalam menangani permasalahan stunting hingga kemiskinan ekstrem.

Salah satunya dengan melaksanakan Musrenbang Tematik yang memfokuskan pada dua persoalan tersebut. Apalagi, hal ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan tahunan yang ditujukan untuk menjamin agar permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi perhatian seluruh pemangku kebijakan.

“Kita ingin permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem dapat terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Sehingga dapat dilakukan intervensi dalam mewujudkan Gowa yang bebas stunting dan kemiskinan ekstrem,” katanya, kemarin.

Baca Juga : 13 Fakultas Deklarasikan Ikatan Alumni UMI

Kegiatan Musrenbang ini dirangkaikan dengan Rembuk Stunting Kabupaten Gowa. Dimana ini merupakan langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan, dan penurunan stunting berjalan sesuai target.

Selain ini, termasuk komitmen atas upaya percepatan yang dilakukan secara integrasi antar SKPD penanggung jawab, lembaga non pemerintah dan masyarakat. Saat ini, Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kabupaten Gowa telah melaksanakan analisis situasi, berdasarkan analisis situasi itu ditetapkan sebanyak 16 desa lokasi prioritas program percepatan penurunan stunting.

“Inilah yang menjadi perhatian seluruh stakeholders yang terlibat dalam menyusun program kegiatan intervensi stunting,” jelas Sujjadan.

Baca Juga : Pekerja Rentan di Desa Akan Dijamin Perlindungan Ketenagakerjaan

Sementara, terkait kemiskinan ekstrem, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi di
Kabupaten Gowa yang dilaksanakan pada 2023 tercatat sebanyak 1.108 jiwa atau 0,42 persen dari total jumlah penduduk Gowa mengalami miskin ekstrem. Sehingga kedua hal ini (stunting dan kemiskinan ekstrem) menjadi sektor penting yang paling terkait satu sama lain.

“Diperlukan formulasi program yang terintegrasi dan saling melengkapi satu sama lain sehingga dapat berdampak signifikan pada penurunan angka prevalensi stuntinh dan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Gowa,” tambah Sujjadan.

Musrenbang Tematik bertema “Merancang Solusi Holistik Untuk Mengakhiri Stunting dan Kemiskinan Ekstrem” diharapkan semua pihak memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas dan akar permasalahan. Sehingga solusi yang diusulkan dapat lebih terarah dan efektif.

Baca Juga : Teliti Soal Perilaku Politisi Perempuan, Desy Ratnasari Jadikan DPRD Sulsel Sebagai Lokus Penelitian Doktornya

“Begitu juga pada partisipasi aktif dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat sangat dibutuhkan guna terwujudnya peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, gizi, dan sosial ekonomi yang merata bagi semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646