REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Irwan, remaja kelahiran tahun 1996 asal Desa Pulau Persatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan hanya bisa duduk dan terbaring akibat kondisi tubuh yang lemah tak berdaya.
Remaja yang berusia 24 tahun ini, didiagnosa mengalami cerebral palsy (Gizi kurang) dan gangguan saraf dan otak sehingga menganggu pertumbuhan fisik, akibatnya segala aktivitasnya hanya dilakukan di atas pembaringan.
Orang tua Irwan, Ahmad yang dikonfirmasi via telepon mengaku jika kondisi anaknya sudah lama seperti ini, bahkan tidak pernah mendapatkan asupan vitamin dari pihak Puskesmas Pulau Sembilan.
“Untuk kondisi anak saya tidak pernah dilihat oleh pemerintah Desa karena memang saya tidak pernah ngomong, khusus dari pihak Puskesmas sudah pernah datang hanya sebatas mengecek dan menulis namanya tanpa ada tindakan selanjutnya dari pihak puskesmas,” ucapnya.
Sementara itu, kepala Puskesmas Pulau Sembilan, Agus Salim yang dikonfirmasi mengklaim jika petugas puskesmas pernah mengunjungi di kediaman saudara Irwan dibulan Agustus tahun 2019 namun tidak menyampaikan.
“Baru kali ini saya tahu jika ada warga yang mengalami gizi kurang setelah muncul di media karena selama ini petugas tidak pernah melapor ke saya,” ucapnya.
Mengenai riwayatnya, memang ia tidak pernah diimunisasi dan cakupan imunisasi belum lengkap dan bahasa dokter ada kelainan saraf dan otak sehingga menganggu pertumbuhan fisiknya,” katanya via telepon.
Menurutnya, sebelum ia menjabat, diumur 3 bulan sampai 3 tahun, Irwan sudah mengalami masalah kesehatan ditambah imunasi tidak lengkap jadi pemicunya.
“Hanya memang, sasaran itu ada juknisnya untuk kita berikan asupan vitamin, kalo gizi itu ada sasarannya sesuai anjuran kementrian kesehatan ada standar yang kita intervesi, kalo umur 24 tahun kita lepas dari Pemantauan, kecuali dia bayi, balita atau remaja kita pantau tambah darah dan sebagainya, itupun biasa dilakukan disekolah,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dari hasil diagnosa sementara, Irwan mengalami cerebral palsy atau gizi kurang bukan gizi buruk, itu kan ada level dari kurus turun menjadi gizi kurang dan menjadi gizi buruk.
“Hasil pengukuran itu, dia kategori gizi kurang dan penyebabnya selain karena penyakit nya juga karena pola istirahatnya, untuk pola makannya baik, riwayat mulai umur 3 tahun beliau menurun fungsi ototnya karena dari otak sumbernya dan sehingga menganggu fungsi pencernaannya,” jelasnya.
Agus pun mengakui jika dirinya tidak pernah menyampaikan laporan ke dinas kesehatan kabupaten Sinjai soal keberadaan warga yang mengalami gizi kurang di wilayahnya.
” Betul, saya mengakui jika tidak pernah melaporkan keberadaan warga di desa pulau harapan jika ada warga yang mengalami sakit seperti ini karena ditahun 2019 teman juga tidak sampaikan ke saya, Bahkan saya biasa ke katindoang tidak pernah juga ada warga yang sampaikan,” kuncinya. (Anto)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
