REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan berhasil memberikan manfaat sosial. Dimana manfaat ini diberikan melalui sejumlah kegiatan sosial.
“Jumlah penerima manfaat sosial dalam GERAK Syariah tahun ini mencapai 266.421 orang dengan dana sosial tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono, di sela-sela Penutupan GERAK Syariah 2026, di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, pada penerima manfaat di program ini pun mencatatkan peningkatan yang positif. Dimana, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 158.203 penerima manfaat sosial dengan dana sosial terhimpun sebesar Rp30,75 miliar.
Baca Juga : OJK Dorong Industri BPR Lebih Sehat dan Berdaya Saing
“Capaian GERAK Syariah 2026 menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” terangnya.
Lanjut Dicky, sepanjang periode pelaksanaan GERAK Syariah 2026 juga berhasil menyelenggarakan 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi tercatat sebanyak 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi capaian kinerja keuangan syariah, penghimpunan dana mencapai Rp6,83 triliun, serta penyaluran dana mencapai Rp6,86 triliun, keduanya meningkat pesat dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya.
Baca Juga : Digelar di Sidrap, Yamaha Cup Race 2026 Seri I Satukan Konsep Hiburan dan Promo
Ia mengaku, kebersamaan, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan kunci dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui gerakan yang terarah, masif, dan merata yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan GERAK Syariah.
“Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat yang lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dicky.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian MES Ferry Juliantono mengungkapkan, keuangan syariah tidak dapat dilepaskan dan diharapkan dapat mendukung sektor ekonomi riil.
Baca Juga : Asah Visi Kepemimpinan, Ketua DPRD Sulsel Antusias Ikuti Retret Nasional di Magelang
“Keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif lainnya,” tutur Ferry.
Ferry berharap kolaborasi antara MES dan OJK dapat terus diperkuat dan ditingkatkan melalui program-program yang berkelanjutan.
